Pernahkah Anda melihat sapi atau kambing yang terlihat kurus meskipun sudah diberi makan setiap hari? Atau mungkin produksi susu dari ternak perah Anda tiba-tiba menurun tanpa sebab yangjelas?
Masalah seperti ini sering terjadi di kalangan peternak ruminansia, baik skala kecil maupun besar. Yuk, kita bahas apa penyebabnya dan bagaimana solusinya agar ternak tetap sehat dan produktif!
Penyebab Ternak Ruminansia Kurus dan Produksi Susu Menurun
a. Kualitas Pakan yang Rendah
Penyebab utama ternak kurus dan produksi susu menurun adalah pakan yang tidak berkualitas.
Ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba membutuhkan pakan dengan kandungan protein, serat, dan energi yang seimbang. Jika pakan terlalu banyak mengandung serat kasar dan sedikit nutrisi (seperti jerami tua atau rumput kering), maka energi yang dihasilkan tubuh ternak juga rendah. Akibatnya, tubuhnya menjadi kurus dan susu yang dihasilkan berkurang. (Syarifuddin, 2017) mengatakan bahwa kuantitas Dan Kualitas Susu Yang Ren-Dah Pada Sapi Perah Diakibatkan Pemberian Pakan Nutrisi Yang Dibutuhkan Ternak Untuk Memproduksi Susu Kurang Maksimal, Dan Juga Pakan Yang Berlebih Dapat Mempenga-Ruhi Hasil Produksi Susu Yang Dihasilkan.
b. Pemberian Pakan yang Tidak Tepat
Memberi makan tidak cukup hanya “banyak”, tapi juga harus tepat waktu dan sesuai kebutuhan.
Misalnya, ternak perah memerlukan pakan lebih banyak dibanding ternak potong, karena sebagian nutrisinya digunakan untuk produksi susu. Jika pakan tidak mencukupi kebutuhan energi harian, tubuh ternak akan mengambil cadangan energi dari lemak tubuh sehingga ternak menjadi kurus.
c. Kurangnya Mineral dan Vitamin
Ternak membutuhkan mineral makro dan mikro, seperti kalsium, fosfor, magnesium, serta vitamin A, D, dan E. Kekurangan zat-zat ini dapat menurunkan nafsu makan, memperlambat pertumbuhan, dan mengganggu produksi susu.
d. Kondisi Lingkungan dan Stres
Suhu lingkungan yang terlalu panas, kandang yang kotor, atau perpindahan lokasi bisa menyebabkan stres pada ternak. Stres membuat nafsu makan menurun dan berdampak langsung pada produksi susu.
e. Adanya Gangguan Kesehatan
Cacingan, gangguan pencernaan, atau penyakit metabolik juga bisa menjadi penyebab utama ternak kurus dan produksi susu menurun. Kondisi ini membuat nutrisi dalam pakan tidak terserap dengan baik.
Solusi Agar Ternak Sehat dan Produksi Susu Optimal
a. Gunakan Pakan Berkualitas Tinggi
Pastikan ternak mendapatkan pakan dengan kandungan nutrisi lengkap dan seimbang.
CV Sinar Mentari Indonesia hadir sebagai solusi dengan menyediakan pakan ruminansia berkualitas, diformulasikan secara khusus agar memenuhi kebutuhan protein, energi, dan mineral ternak.
Pakan berkualitas akan membantu:
-Meningkatkan nafsu makan ternak
-Menambah bobot badan lebih cepat
-Meningkatkan produksi susu dan kualitasnya
b. Tambahkan Suplemen dan Mineral Mix
Gunakan suplemen atau mineral mix untuk melengkapi kebutuhan gizi yang tidak tercukupi dari pakan hijauan saja. Suplemen ini membantu menjaga daya tahan tubuh, memperbaiki sistem reproduksi, dan meningkatkan kualitas susu.
c. Atur Pola Pemberian Pakan
Berikan pakan secara teratur, 2–3 kali sehari dengan jumlah sesuai kebutuhan bobot badan ternak. Kombinasikan antara pakan hijauan segar dan pakan konsentrat agar kebutuhan energi dan protein seimbang.
d. Cegah dan Tangani Penyakit Sejak Dini
Lakukan pemberian obat cacing secara berkala, jaga kebersihan kandang, serta pastikan ketersediaan air bersih setiap hari. Pemeriksaan rutin oleh petugas kesehatan hewan juga penting untuk mencegah penyakit menular.
e. Ciptakan Lingkungan yang Nyaman
Pastikan kandang memiliki sirkulasi udara baik, tidak lembap, dan ternak tidak stres akibat panas atau kebisingan. Ternak yang nyaman akan makan dengan lahap dan lebih produktif. Lingkungan juga memainkan peran penting. Suhu ideal untuk sapi perah berkisar antara 13-25°C. Di luar rentang ini, terutama pada suhu tinggi, stres panas dapat menurunkan nafsu makan dan produksi susu. Kelembapan yang tinggi dan ventilasi yang buruk juga meningkatkan risiko stres dan penyakit. Produksi susu mencapai puncaknya pada beberapa minggu setelah melahirkan dan secara bertahap menurun seiring tahap laktasi. Faktor psikologis, seperti stres akibat kebisingan atau perubahan lingkungan, juga dapat berdampak negatif. Oleh karena itu, pengelolaan yang baik dalam semua aspek ini diperlukan untuk mendukung produksi susu secara optimal.
Sumber :
Melsa Netika,dkk.2019.Hubungan Antara Body Condition Score (Bcs) Dengan Produksi Susu Sapi Perah Friesian Holstein (FH). Ovozoa.Vol. 8, No. 2.
Marshanda,FahrezaAgusta.2024.https://himapet.fp.unila.ac.id/p=413#:~:text=Produksi%20susu%20ternak%20perah%20merupakan,%2C%20kelembapan%2C%20dan%20manajemen%20pemeliharaan. (diambil tgl 28 OKT 2025)