Konsentrat merupakan salah satu pakan penting bagi ternak, terutama sapi perah dan sapi pedaging. Kandungan nutrisi tinggi di dalamnya berperan besar dalam mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ternak. Namun, manfaat tersebut hanya bisa diperoleh jika konsentrat disimpan dengan benar dan sesuai standar. Kesalahan dalam penyimpanan dapat menyebabkan penurunan kualitas, pencemaran, bahkan kerusakan total pakan.
Untuk memastikan pakan tetap aman dan bernutrisi, berikut adalah pedoman penyimpanan konsentrat yang tepat.
1. Simpan di Tempat yang Kering dan Tidak Lembap
Kelembapan adalah musuh utama konsentrat. Ruangan lembap dapat memicu pertumbuhan jamur, bakteri, dan mikroorganisme lain yang membahayakan ternak.
Standar yang disarankan:
Kelembapan ruangan maksimal 70%.
Lantai dan dinding tidak basah atau berpori yang dapat menyerap air.
Sediakan ventilasi yang cukup agar sirkulasi udara lancar.
2. Gunakan Ruangan yang Bersih dan Tertutup
Konsentrat harus disimpan di tempat yang terlindungi dari debu, air hujan, tikus, burung, dan serangga.
Cara menjaga kebersihan:
Membersihkan gudang secara rutin.
Menutup rapat pintu dan jendela.
Memasang kawat ram atau penutup khusus untuk mencegah hama masuk.
3. Letakkan Konsentrat di Atas Palet atau Rak
Jangan letakkan karung atau kemasan konsentrat langsung menyentuh lantai. Selain menghindari lembap, ini juga membantu aliran udara tetap baik.
Standar penyusunan:
Gunakan palet kayu atau plastik.
Tinggi tumpukan ideal: maksimal 6–7 karung agar tidak terlalu menekan bagian bawah.
Jaga jarak minimal 10–20 cm dari dinding.
4. Simpan Konsentrat dalam Kemasan Asli
Hindari memindahkan konsentrat ke karung lain yang tidak kedap atau kualitasnya rendah.
Manfaat menyimpan dalam kemasan asli:
Labelnutrisi tetap terbaca.
Melindungi pakan dari serangga.
Menghindari kontaminasi silang dengan pakan lain.
Jika karung robek, segera pindahkan ke wadah bersih yang tertutup rapat.
5. Pisahkan dari Bahan Kimia dan Pakan Basah
Gudang pakan sebaiknya memiliki area khusus. Jangan menyimpan konsentrat bersamaan dengan:
pupuk,
pestisida,
solar atau bahan kimia lain,
silase atau bahan pakan basah.
Kontaminasi bau dan uap kimia dapat merusak kualitas konsentrat.
6. Gunakan Metode FIFO (First In, First Out)
Konsentrat memiliki batas waktu penyimpanan. Karena itu, pakan yang masuk lebih dulu harus digunakan lebih dulu.
Manfaat FIFO:
Menghindari pakan kadaluarsa.
Mengurangi risiko jamur akibat penyimpanan terlalu lama.
Memastikan kesegaran nutrisi yang diberikan ke ternak.
7. Kendalikan Hama Secara Rutin
Tikus dan serangga sangat mudah merusak karung pakan.
Langkah yang disarankan:
Pasang perangkap atau umpan tikus di sudut ruangan.
Gunakan lem tikus atau box perangkap.
Hindari menggunakan racun di dekat pakan agar tidak mencemari konsentrat.
8. Cek Kondisi Pakan Secara Berkala
Masuk gudang bukan hanya untuk mengambil pakan, tetapi juga untuk memeriksa keadaan.
Periksa secara berkala:
bau pakan (harus normal dan tidak apek),
tekstur (tidak menggumpal),
warna (tidak berubah atau berjamur),
kondisi karung (tidak sobek atau basah).
Jika ditemukan tanda kerusakan, segara pisahkan untuk menghindari penyebaran jamur ke karung lain.
Penyimpanan konsentrat sesuai standar merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas pakan tetap optimal. Konsentrat yang baik akan memberikan nutrisi maksimal bagi ternak, mendukung kesehatan, serta meningkatkan produktivitas. Dengan manajemen gudang yang rapi, bersih, dan terkontrol, peternak dapat mengurangi kerugian sekaligus meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
Konsentrat Percayakan kebutuhan pakan konsentrat Anda pada CV Sinar Mentari Indonesia. Konsentrat SMG Mixfeed adalah konsentrat premisum yang di proses dari bahan baku yang fresh dan standart produksi. Dengan keistimewaan konsentrat yang berbasis teknologi biotek. Kami menyediakan konsentrat ruminansia yang berkualitas dan aman, serta selalu mengutamakan standar penyimpanan yang tepat demi memastikan pakan tetap segar dan bernutrisi saat diberikan kepada ternak.