Analisis Break Even Point dalam Usaha Ternak: Cara Menghitung & Strategi Meningkatkan Profit

26 Februari 2026 Dilihat: 36x

Dalam bisnis peternakan, salah satu kesalahan paling umum adalah fokus pada omzet tanpa memahami titik impas atau Break Even Point (BEP). Padahal, analisis Break Even Point dalam usaha ternak sangat penting untuk mengetahui kapan usaha mulai menghasilkan keuntungan dan bagaimana cara mengontrol risiko kerugian.

Artikel ini membahas secara lengkap pengertian BEP, rumus perhitungan, contoh simulasi, serta strategi optimalisasi agar usaha ternak lebih menguntungkan dan berkelanjutan.

Apa Itu Break Even Point (BEP)?

Break Even Point (BEP) adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya produksi. Pada posisi ini, usaha tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.

Dalam konteks usaha ternak, BEP membantu menjawab pertanyaan penting seperti:

  • Berapa minimal jumlah ternak yang harus dijual agar tidak rugi?
  • Berapa harga jual minimal per kg agar biaya tertutup?
  • Apakah usaha masih aman jika harga pasar turun?

Dengan memahami BEP, peternak dapat mengambil keputusan berbasis data, bukan sekadar perkiraan.

Komponen Penting dalam Analisis BEP Usaha Ternak

Sebelum menghitung BEP, kita harus memahami dua jenis biaya utama:

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya yang tidak berubah meskipun jumlah produksi berubah.

Contoh:

  • Sewa lahan
  • Penyusutan kandang
  • Peralatan
  • Gaji karyawan tetap

2. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya yang berubah sesuai jumlah produksi.

Contoh:

Pakan

Obat & vitamin

Air & listrik produksi

Bibit ternak

Pada peternakan sapi atau kambing, biaya pakan biasanya menjadi komponen terbesar dalam biaya variabel.

Rumus Break Even Point (BEP)

Secara umum, rumus BEP adalah:

BEP (Unit) = Total Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)

Sedangkan untuk BEP dalam rupiah:

BEP (Rupiah) = Total Biaya Tetap / (1 – (Biaya Variabel / Penjualan))

Contoh Perhitungan BEP Usaha Sapi Potong

Misalnya usaha penggemukan sapi:

  • Biaya tetap (sewa kendang, gaji pekerja, dll) : Rp 20.000.000 per periode
  • Biaya variabel per ekor: Rp 15.000.000
  • Harga jual per ekor: Rp 18.000.000

Maka:

Margin kontribusi per ekor =
Rp 18.000.000 – Rp 15.000.000 = Rp 3.000.000

BEP (Unit) =
Rp 20.000.000 / Rp 3.000.000 = 6,67 ekor

Artinya, minimal harus menjual 7 ekor sapi agar tidak rugi.

Jika hanya terjual 5 ekor, maka usaha masih mengalami kerugian.

Mengapa Analisis BEP Penting dalam Usaha Ternak?

Mengurangi Risiko Kerugian

Peternak bisa mengetahui batas aman produksi.

Menentukan Harga Jual Minimal

BEP membantu menetapkan harga agar tetap menutup biaya.

Evaluasi Efisiensi Biaya

Jika BEP terlalu tinggi, berarti ada biaya yang perlu ditekan.

Perencanaan Ekspansi

Sebelum menambah populasi ternak, hitung dulu dampaknya terhadap BEP.

Cara Menurunkan Break Even Point dalam Usaha Ternak

Semakin rendah BEP, semakin cepat usaha menghasilkan profit. Berikut strateginya:

1. Tekan Biaya Pakan Secara Efisien

  • Gunakan bahan baku lokal
  • Manfaatkan fermentasi pakan
  • Perbaiki manajemen pemberian pakan

2. Tingkatkan Produktivitas Ternak

Pemilihan bibit unggul seperti Sapi Simmental atau Sapi Limousin dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sehingga margin per ekor lebih besar.

3. Optimalkan Skala Usaha

Skala yang lebih besar seringkali membuat biaya tetap per unit lebih rendah (economies of scale).

4. Diversifikasi Produk

Selain menjual ternak hidup, peternak bisa menjual:

  • Pupuk kandang
  • Produk olahan
  • Bibit ternak 

Ini membantu mempercepat pencapaian BEP.

Kesalahan Umum dalam Menghitung BEP Usaha Ternak

  • Tidak memasukkan biaya penyusutan kandang
  • Mengabaikan biaya tenaga kerja sendiri
  • Menggunakan harga jual terlalu optimis
  • Tidak memperhitungkan risiko kematian ternak

Kesalahan kecil dalam perhitungan bisa menyebabkan estimasi profit meleset jauh.

Kesimpulan

Analisis Break Even Point dalam usaha ternak adalah alat manajemen keuangan yang sangat penting untuk memastikan bisnis berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Dengan memahami BEP, peternak dapat:

  • Menentukan target produksi
  • Mengatur harga jual
  • Menekan biaya produksi
  • Mengurangi risiko kerugian

Peternakan yang sukses bukan hanya yang mampu menghasilkan ternak berkualitas, tetapi juga yang mampu mengelola keuangan secara profesional dan berbasis data.

Share:
Facebook
Whatsapp

Hymne CV Sinar Mentari Group

Mars CV Sinar Mentari Group

Family Gathering SMG 2026

Testimoni

Cerita Kepuasan Pelanggan

Saya sangat puas dengan hasil yang didapat setelah menggunakan pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S20. Sapi- sapi saya menjadi lebih sehat dan produktif, produksi susu juga meningkat drastis. Saya merekomendasikan SMG MIXFEED S20 kepada para peternak lain.

foodsto-user

Saya pakai pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S18 selama 2 tahun terakhir dan hasilnya sangat memuaskan. Sapi-sapi menjadi lebih sehat dan produktif dan pakan konsentrat ini sangat mudah dicerna. Hal ini sangat membantu dalam menghemat biaya pakan.

foodsto-user

Dengan SMG Mixfeed S20 produksi susu sapi perah saya sangat meningkat drastis, karena kandungan protein yang tinggi menjadikan ternak lebih sehat. Bagi para peternak sapi perah yang lain, dapat dicoba pakan konsentrat ini untuk meningkatkan hasil produksi susu sapi perah Anda.

foodsto-user
Kemitraan

Keuntungan Ekslusif yang Didapatkan di SMG Mixfeed

Syarat Anti Ribet

Cukup dengan mengisi Form Agen dibawah, maka Tim SMG akan segera menghubungi anda.

Harga Bersahabat

Dengan bergabung menjadi mitra SMG Mixfeed maka anda mendapatkan harga yang sangat cocok untuk dijual kembali.

Kualitas Produk Tinggi

Solusi pakan dengan bahan baku terpilih dan diformulasikan tepat sesuai kebutuhan sehingga dapat memaksimalkan produksi ternak anda.

Dukungan Optimal

Tim SMG siap melayani Anda selama 24 jam penuh baik secara online maupun bertemu langsung secara offline.