Jangan Anggap Sepele! Mastitis Bisa Turunkan Produksi Susu Sapi Perah

29 Mei 2026 Dilihat: 6x

Dalam usaha peternakan sapi perah, produksi susu yang stabil menjadi salah satu faktor utama keberhasilan usaha. Namun, ada satu masalah kesehatan yang sering dianggap sepele padahal dapat menimbulkan kerugian besar, yaitu mastitis. Penyakit ini tidak hanya memengaruhi kesehatan sapi, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas dan jumlah produksi susu.

Banyak kasus penurunan produksi susu ternyata berawal dari mastitis yang terlambat ditangani. Oleh karena itu, peternak perlu memahami penyebab, bahaya, dampak, hingga langkah pencegahannya agar produktivitas ternak tetap optimal.

Apa Itu Mastitis?

Mastitis adalah peradangan pada ambing sapi yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini dapat menyerang satu atau lebih kuartir ambing dan sering ditemukan pada sapi perah dengan manajemen kebersihan yang kurang optimal. Secara umum, mastitis dibagi menjadi dua jenis:

  • Mastitis klinis: ditandai dengan ambing bengkak, panas, kemerahan, serta perubahan pada susu seperti menggumpal atau bercampur cairan abnormal.
  • Mastitis subklinis: tidak menunjukkan gejala yang jelas tetapi menyebabkan penurunan produksi susu dan peningkatan jumlah sel somatik.

Bahaya Mastitis pada Sapi Perah

Mastitis bukan hanya sekadar peradangan pada ambing. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menimbulkan berbagai dampak serius bagi peternak maupun ternak itu sendiri.

1. Produksi Susu Menurun

Bahaya paling umum dari mastitis adalah turunnya produksi susu. Ambing yang mengalami peradangan tidak dapat menghasilkan susu secara optimal sehingga jumlah produksi harian berkurang. Pada kasus tertentu, penurunan produksi dapat berlangsung dalam jangka panjang meskipun sapi sudah diobati.

2. Kualitas Susu Menjadi Buruk

Mastitis dapat menyebabkan perubahan pada kualitas susu, seperti:

  • Susu menggumpal
  • Warna susu berubah
  • Kandungan bakteri meningkat
  • Jumlah sel somatik tinggi

Kondisi ini membuat susu tidak layak dipasarkan atau bahkan ditolak oleh industri pengolahan susu.

3. Menimbulkan Kerugian Ekonomi

Peternak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengobatan, perawatan, hingga risiko kehilangan pendapatan akibat produksi susu yang menurun. Selain itu, susu dari sapi yang sedang dalam masa pengobatan antibiotik biasanya tidak boleh dijual sehingga kerugian menjadi semakin besar.

4. Menurunkan Kondisi dan Produktivitas Sapi

Sapi yang mengalami mastitis biasanya mengalami stres, nafsu makan menurun, dan kondisi tubuh memburuk. Jika terjadi terus-menerus, performa reproduksi dan produktivitas ternak juga dapat terganggu.

5. Risiko Afkir Dini

Pada kasus mastitis kronis yang parah, sapi perah bisa mengalami kerusakan permanen pada ambing sehingga harus diafkir lebih cepat dari usia produktifnya.

Penyebab Mastitis yang Sering Terjadi

Beberapa faktor yang dapat memicu mastitis pada sapi perah antara lain:

1. Kebersihan Kandang Kurang Terjaga

2. Proses Pemerahan Tidak Higienis

3. Kondisi Imunitas Sapi Menurun

4. Manajemen Pakan Kurang Optimal

Cara Mencegah Mastitis pada Sapi Perah

Pencegahan mastitis perlu dilakukan secara konsisten melalui manajemen pemeliharaan yang baik. Beberapa langkah yang dapat diterapkan yaitu:

  • Menjaga kebersihan kandang dan area pemerahan
  • Melakukan sanitasi ambing sebelum dan sesudah pemerahan
  • Memeriksa kondisi ambing secara rutin
  • Menghindari stres pada ternak
  • Memberikan pakan berkualitas dan seimbang

Pemberian nutrisi yang tepat menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga performa sapi perah. Pakan dengan kualitas baik membantu menjaga kondisi tubuh, mendukung produksi susu, serta membantu menjaga kesehatan ternak secara menyeluruh.

Sebagai bagian dari upaya mendukung performa ternak ruminansia, SMG Mixfeed hadir sebagai pakan konsentrat yang diformulasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak secara optimal. Dengan manajemen pakan yang baik dan didukung nutrisi yang tepat, peternak dapat membantu menjaga produktivitas sapi perah tetap maksimal.

Referensi

  • National Mastitis Council. 2021. Recommended Mastitis Control Program. Madison, Wisconsin.
  • Subronto. 2003. Ilmu Penyakit Ternak II. Gadjah Mada University Press.
  • Sudarwanto, M. 2015. Mastitis pada Sapi Perah dan Permasalahannya di Indonesia. IPB Press.
  • Harmon, R.J. 1994. “Physiology of Mastitis and Factors Affecting Somatic Cell Counts.” Journal of Dairy Science.
  • SNI 3141.1:2011. Susu Segar — Bagian 1: Sapi. Badan Standardisasi Nasional Indonesia
Share:
Facebook
Whatsapp

Hymne CV Sinar Mentari Group

Mars CV Sinar Mentari Group

Family Gathering SMG 2026

Testimoni

Cerita Kepuasan Pelanggan

Saya sangat puas dengan hasil yang didapat setelah menggunakan pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S20. Sapi- sapi saya menjadi lebih sehat dan produktif, produksi susu juga meningkat drastis. Saya merekomendasikan SMG MIXFEED S20 kepada para peternak lain.

foodsto-user

Saya pakai pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S18 selama 2 tahun terakhir dan hasilnya sangat memuaskan. Sapi-sapi menjadi lebih sehat dan produktif dan pakan konsentrat ini sangat mudah dicerna. Hal ini sangat membantu dalam menghemat biaya pakan.

foodsto-user

Dengan SMG Mixfeed S20 produksi susu sapi perah saya sangat meningkat drastis, karena kandungan protein yang tinggi menjadikan ternak lebih sehat. Bagi para peternak sapi perah yang lain, dapat dicoba pakan konsentrat ini untuk meningkatkan hasil produksi susu sapi perah Anda.

foodsto-user
Kemitraan

Keuntungan Ekslusif yang Didapatkan di SMG Mixfeed

Syarat Anti Ribet

Cukup dengan mengisi Form Agen dibawah, maka Tim SMG akan segera menghubungi anda.

Harga Bersahabat

Dengan bergabung menjadi mitra SMG Mixfeed maka anda mendapatkan harga yang sangat cocok untuk dijual kembali.

Kualitas Produk Tinggi

Solusi pakan dengan bahan baku terpilih dan diformulasikan tepat sesuai kebutuhan sehingga dapat memaksimalkan produksi ternak anda.

Dukungan Optimal

Tim SMG siap melayani Anda selama 24 jam penuh baik secara online maupun bertemu langsung secara offline.