Dalam manajemen peternakan sapi, perhatian sering terfokus pada energi dan protein. Padahal, nutrisi mikro (mikromineral dan vitamin) memiliki peran krusial dalam metabolisme, sistem imun, reproduksi, dan pertumbuhan. Kekurangan nutrisi mikro pada sapi dapat menurunkan produktivitas, memperlambat pertambahan bobot badan, bahkan meningkatkan risiko penyakit.
Artikel ini membahas 5 tanda sapi kekurangan nutrisi mikro, penyebabnya, serta langkah pencegahan berbasis praktik peternakan yang valid dan aplikatif.
Apa Itu Nutrisi Mikro pada Sapi?
Nutrisi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil tetapi berdampak besar terhadap fungsi tubuh. Pada sapi, nutrisi mikro meliputi:
- Mikromineral: Zn (Zinc), Cu (Tembaga), Se (Selenium), Fe (Besi), Mn (Mangan), I (Iodium), Co (Kobalt)
- Vitamin: A, D, E (terutama penting pada sistem imun dan reproduksi)
Kekurangan mikronutrien sering terjadi pada sistem pemeliharaan intensif jika ransum tidak diformulasikan secara seimbang.
1. Pertumbuhan Terhambat & Bobot Badan Tidak Optimal
Jika sapi potong menunjukkan Average Daily Gain (ADG) yang rendah, salah satu penyebabnya bisa kekurangan mikromineral seperti Zn dan Cu.
Mengapa terjadi?
- Zinc berperan dalam pembentukan enzim dan pertumbuhan jaringan.
- Tembaga penting dalam metabolisme energi dan pembentukan darah.
Pada fase penggemukan, kekurangan mineral mikro dapat menyebabkan:
- Nafsu makan menurun
- Efisiensi pakan memburuk
- FCR meningkat
2. Bulu Kusam & Kulit Bermasalah
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah kondisi bulu kasar, kusam, atau rontok berlebihan.
Kekurangan yang sering terkait:
- Zinc - gangguan kesehatan kulit
- Tembaga - perubahan warna bulu
- Vitamin A - gangguan epitel kulit
Bulu yang tidak sehat sering menjadi indikator awal ketidakseimbangan nutrisi dalam ransum.
3. Gangguan Reproduksi
Pada sapi betina, kekurangan nutrisi mikro dapat menyebabkan:
- Birahi tidak teratur
- Repeat breeding
- Retensi plasenta
- Tingkat kebuntingan rendah
Mineral seperti Selenium dan Zinc serta Vitamin E berperan penting dalam fungsi reproduksi dan kesehatan uterus.
Pada sapi perah seperti Sapi Friesian Holstein, ketidakseimbangan mikronutrien dapat berdampak langsung pada performa reproduksi dan produksi susu.
4. Sistem Imun Lemah & Mudah Sakit
Jika sapi sering mengalami infeksi seperti:
- Diare
- Penyakit pernapasan
- Luka sulit sembuh
Bisa jadi tubuh kekurangan Selenium, Zinc, atau Vitamin E.
Mikronutrien tersebut berfungsi sebagai antioksidan dan mendukung kerja sistem imun. Tanpa asupan cukup, respons imun menjadi lemah dan angka morbiditas meningkat.
5. Produksi Susu Menurun
Pada sapi perah, kekurangan nutrisi mikro dapat memengaruhi:
- Produksi susu harian
- Kualitas susu
- Kandungan lemak dan protein
Selenium dan Vitamin E juga berperan dalam pencegahan mastitis subklinis, yang sering menurunkan produksi tanpa gejala jelas.
Penyebab Umum Kekurangan Nutrisi Mikro pada Sapi
Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab:
- Hijauan berkualitas rendah
- Tanah miskin mineral
- Ransum tanpa premix mineral
- Ketidakseimbangan antagonis mineral (misal kadar Fe tinggi menghambat Cu)
Karena itu, formulasi ransum harus berbasis kebutuhan nutrisi sesuai fase produksi.
Cara Mencegah Kekurangan Nutrisi Mikro pada Sapi
Berikut langkah preventif yang direkomendasikan dalam manajemen peternakan modern:
1 Gunakan Mineral Premix Berkualitas
Tambahkan mineral mix sesuai dosis anjuran.
2 Sediakan Mineral Block
Memudahkan sapi memenuhi kebutuhan mineral secara mandiri.
3 Lakukan Evaluasi Ransum Berkala
Sesuaikan dengan fase: Pedet, grower, penggemukan dan laktasi
4 Konsultasi dengan Nutrisionis atau Dokter Hewan
Analisis laboratorium pakan dan darah dapat membantu deteksi dini defisiensi.
Kesimpulan
Kekurangan nutrisi mikro pada sapi sering tidak terlihat secara langsung, tetapi dampaknya besar terhadap produktivitas dan profit usaha.
5 tanda utama yang perlu diwaspadai: Pertumbuhan lambat, bulu kusam, gangguan reproduksi, sistem imun lemah, produksi susu menurun.
Manajemen nutrisi yang seimbang adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan performa ternak dan menjaga margin usaha tetap optimal.