5 Tanda Sapi Anda Kekurangan Nutrisi Mikro (Mineral & Vitamin) yang Wajib Diwaspadai

27 Februari 2026 Dilihat: 6x

Dalam manajemen peternakan sapi, perhatian sering terfokus pada energi dan protein. Padahal, nutrisi mikro (mikromineral dan vitamin) memiliki peran krusial dalam metabolisme, sistem imun, reproduksi, dan pertumbuhan. Kekurangan nutrisi mikro pada sapi dapat menurunkan produktivitas, memperlambat pertambahan bobot badan, bahkan meningkatkan risiko penyakit.

Artikel ini membahas 5 tanda sapi kekurangan nutrisi mikro, penyebabnya, serta langkah pencegahan berbasis praktik peternakan yang valid dan aplikatif.

Apa Itu Nutrisi Mikro pada Sapi?

Nutrisi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil tetapi berdampak besar terhadap fungsi tubuh. Pada sapi, nutrisi mikro meliputi:

  • Mikromineral: Zn (Zinc), Cu (Tembaga), Se (Selenium), Fe (Besi), Mn (Mangan), I (Iodium), Co (Kobalt)
  • Vitamin: A, D, E (terutama penting pada sistem imun dan reproduksi)

Kekurangan mikronutrien sering terjadi pada sistem pemeliharaan intensif jika ransum tidak diformulasikan secara seimbang.

1. Pertumbuhan Terhambat & Bobot Badan Tidak Optimal

Jika sapi potong menunjukkan Average Daily Gain (ADG) yang rendah, salah satu penyebabnya bisa kekurangan mikromineral seperti Zn dan Cu.

Mengapa terjadi?

  • Zinc berperan dalam pembentukan enzim dan pertumbuhan jaringan.
  • Tembaga penting dalam metabolisme energi dan pembentukan darah.

Pada fase penggemukan, kekurangan mineral mikro dapat menyebabkan:

  • Nafsu makan menurun
  • Efisiensi pakan memburuk
  • FCR meningkat

2. Bulu Kusam & Kulit Bermasalah

Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah kondisi bulu kasar, kusam, atau rontok berlebihan.

Kekurangan yang sering terkait:

  • Zinc - gangguan kesehatan kulit
  • Tembaga - perubahan warna bulu
  • Vitamin A - gangguan epitel kulit

Bulu yang tidak sehat sering menjadi indikator awal ketidakseimbangan nutrisi dalam ransum.

3. Gangguan Reproduksi

Pada sapi betina, kekurangan nutrisi mikro dapat menyebabkan:

  • Birahi tidak teratur
  • Repeat breeding
  • Retensi plasenta
  • Tingkat kebuntingan rendah

Mineral seperti Selenium dan Zinc serta Vitamin E berperan penting dalam fungsi reproduksi dan kesehatan uterus.

Pada sapi perah seperti Sapi Friesian Holstein, ketidakseimbangan mikronutrien dapat berdampak langsung pada performa reproduksi dan produksi susu.

4. Sistem Imun Lemah & Mudah Sakit

Jika sapi sering mengalami infeksi seperti:

  • Diare
  • Penyakit pernapasan
  • Luka sulit sembuh

Bisa jadi tubuh kekurangan Selenium, Zinc, atau Vitamin E.

Mikronutrien tersebut berfungsi sebagai antioksidan dan mendukung kerja sistem imun. Tanpa asupan cukup, respons imun menjadi lemah dan angka morbiditas meningkat.

5. Produksi Susu Menurun

Pada sapi perah, kekurangan nutrisi mikro dapat memengaruhi:

  • Produksi susu harian
  • Kualitas susu
  • Kandungan lemak dan protein

Selenium dan Vitamin E juga berperan dalam pencegahan mastitis subklinis, yang sering menurunkan produksi tanpa gejala jelas.

Penyebab Umum Kekurangan Nutrisi Mikro pada Sapi

Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab:

  • Hijauan berkualitas rendah
  • Tanah miskin mineral
  • Ransum tanpa premix mineral
  • Ketidakseimbangan antagonis mineral (misal kadar Fe tinggi menghambat Cu)

Karena itu, formulasi ransum harus berbasis kebutuhan nutrisi sesuai fase produksi.

Cara Mencegah Kekurangan Nutrisi Mikro pada Sapi

Berikut langkah preventif yang direkomendasikan dalam manajemen peternakan modern:

1 Gunakan Mineral Premix Berkualitas

Tambahkan mineral mix sesuai dosis anjuran.

2 Sediakan Mineral Block

Memudahkan sapi memenuhi kebutuhan mineral secara mandiri.

3 Lakukan Evaluasi Ransum Berkala

Sesuaikan dengan fase: Pedet, grower, penggemukan dan laktasi

4 Konsultasi dengan Nutrisionis atau Dokter Hewan

Analisis laboratorium pakan dan darah dapat membantu deteksi dini defisiensi.

Kesimpulan

Kekurangan nutrisi mikro pada sapi sering tidak terlihat secara langsung, tetapi dampaknya besar terhadap produktivitas dan profit usaha.

5 tanda utama yang perlu diwaspadai: Pertumbuhan lambat, bulu kusam, gangguan reproduksi, sistem imun lemah, produksi susu menurun.

Manajemen nutrisi yang seimbang adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan performa ternak dan menjaga margin usaha tetap optimal.

Share:
Facebook
Whatsapp

Hymne CV Sinar Mentari Group

Mars CV Sinar Mentari Group

Family Gathering SMG 2026

Testimoni

Cerita Kepuasan Pelanggan

Saya sangat puas dengan hasil yang didapat setelah menggunakan pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S20. Sapi- sapi saya menjadi lebih sehat dan produktif, produksi susu juga meningkat drastis. Saya merekomendasikan SMG MIXFEED S20 kepada para peternak lain.

foodsto-user

Saya pakai pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S18 selama 2 tahun terakhir dan hasilnya sangat memuaskan. Sapi-sapi menjadi lebih sehat dan produktif dan pakan konsentrat ini sangat mudah dicerna. Hal ini sangat membantu dalam menghemat biaya pakan.

foodsto-user

Dengan SMG Mixfeed S20 produksi susu sapi perah saya sangat meningkat drastis, karena kandungan protein yang tinggi menjadikan ternak lebih sehat. Bagi para peternak sapi perah yang lain, dapat dicoba pakan konsentrat ini untuk meningkatkan hasil produksi susu sapi perah Anda.

foodsto-user
Kemitraan

Keuntungan Ekslusif yang Didapatkan di SMG Mixfeed

Syarat Anti Ribet

Cukup dengan mengisi Form Agen dibawah, maka Tim SMG akan segera menghubungi anda.

Harga Bersahabat

Dengan bergabung menjadi mitra SMG Mixfeed maka anda mendapatkan harga yang sangat cocok untuk dijual kembali.

Kualitas Produk Tinggi

Solusi pakan dengan bahan baku terpilih dan diformulasikan tepat sesuai kebutuhan sehingga dapat memaksimalkan produksi ternak anda.

Dukungan Optimal

Tim SMG siap melayani Anda selama 24 jam penuh baik secara online maupun bertemu langsung secara offline.