Efek Suara dan Musik terhadap Performa Ternak: Mitos atau Fakta?

23 April 2026 Dilihat: 10x

Di tengah berkembangnya manajemen peternakan modern, muncul pertanyaan unik namun serius:
apakah suara termasuk musik benar-benar memengaruhi performa ternak?

Bagi sebagian orang, ini terdengar sepele. Namun dalam ilmu etologi ternak (perilaku hewan), faktor lingkungan seperti suara terbukti memiliki pengaruh nyata terhadap stres, nafsu makan, dan produktivitas.

Bagaimana Ternak Merespons Suara?

Ternak seperti sapi, kambing, dan domba memiliki indra pendengaran yang sensitif. Mereka mampu:

  • mengenali suara rutin (misalnya suara peternak atau mesin pakan)
  • merespons perubahan suara mendadak sebagai ancaman

Suara yang tidak stabil atau terlalu keras dapat memicu respon stres fisiologis, seperti peningkatan hormon kortisol.

Dampaknya:

  • nafsu makan menurun
  • aktivitas terganggu
  • produksi (susu/daging) ikut menurun

Perbedaan Suara Bising vs Musik

Suara Bising (Noise Stress)

Contoh:

  • mesin keras
  • kendaraan
  • teriakan
  • suara logam

Dampak yang teramati:

  • peningkatan stres
  • perilaku gelisah
  • penurunan konsumsi pakan

Musik (Suara Terkontrol)

Berbeda dengan kebisingan, musik dengan tempo tertentu justru dapat:

  • menciptakan suasana lebih tenang
  • menstabilkan perilaku ternak
  • mengurangi stres ringan

Beberapa penelitian pada sapi perah menunjukkan bahwa musik dengan tempo lambat (slow tempo) berkorelasi dengan peningkatan produksi susu dibandingkan lingkungan tanpa kontrol suara.

Apa Kata Penelitian?

  • Studi yang dipublikasikan di Journal of Dairy Science menunjukkan bahwa sapi perah yang diperdengarkan musik lambat memiliki produksi susu lebih tinggi dibandingkan yang terpapar suara bising atau tanpa musik teratur.
  • Penelitian oleh University of Leicester menemukan bahwa musik dengan tempo lambat (≤100 bpm) memberikan efek relaksasi pada sapi, sedangkan musik cepat atau suara keras tidak memberikan manfaat signifikan.
  • FAO dalam pedoman kesejahteraan ternak juga menekankan bahwa lingkungan yang minim stres, termasuk kebisingan, berperan penting dalam menjaga produktivitas ternak.

Bukan “musik bikin ternak produktif secara ajaib”,
tetapi lingkungan suara yang nyaman mengurangi stres → performa meningkat.

Kenapa Bisa Terjadi? 

Saat ternak merasa nyaman:

  • hormon stres menurun
  • sistem pencernaan bekerja lebih optimal
  • energi lebih efisien digunakan untuk produksi

Sebaliknya, stres suara membuat energi “terbuang” untuk bertahan, bukan tumbuh atau berproduksi.

Jenis Musik yang Direkomendasikan

Berdasarkan penelitian dan praktik lapangan:

  1. Tempo lambat (60-100 bpm)
  2. Volume rendah - sedang
  3. Ritme stabil (tidak mengejutkan)

Contoh:

  • musik instrumental
  • musik klasik
  • suara alam (nature sound)

Hal yang Perlu Dihindari

  • suara mendadak dan keras
  • musik dengan beat cepat/keras
  • perubahan suara yang tidak konsisten

Intinya: ternak butuh stabilitas, bukan hiburan berisik

Musik bukan faktor utama seperti pakan atau kesehatan. Namun, dalam sistem peternakan modern:
ini bisa menjadi “faktor tambahan” untuk optimasi performa

Terutama pada:

  • sapi perah intensif
  • peternakan skala besar
  • sistem kandang tertutup

Lingkungan yang tenang membuat ternak:

  • lebih fokus makan
  • ruminasi lebih baik
  • pencernaan lebih stabil

Di sinilah peran nutrisi tetap jadi fondasi utama.
Pakan berkualitas dan mudah dicerna—misalnya konsentrat seimbang seperti SMG Mixfeed akan bekerja lebih optimal jika ternak berada dalam kondisi nyaman dan minim stres.

Peternakan modern bukan hanya soal:
“apa yang diberikan ke ternak”

Tapi juga:
“bagaimana lingkungan ternak dikelola”

Karena bahkan hal sederhana seperti suara bisa berdampak pada:

  • kesejahteraan
  • efisiensi pakan
  • hasil produksi

Efek musik pada ternak bukan sekadar mitos, tapi juga bukan “solusi ajaib”. Ini adalah bagian dari pendekatan manajemen berbasis kesejahteraan hewan.

Jika diterapkan dengan tepat:
lingkungan yang tenang + nutrisi optimal = performa ternak yang lebih maksimal dan berkelanjutan

Referensi

  • Journal of Dairy Science – studi efek suara terhadap produksi susu
  • University of Leicester – penelitian efek musik pada sapi
  • FAO – pedoman kesejahteraan ternak
  • National Research Council – hubungan stres dan performa ternak
Share:
Facebook
Whatsapp

Hymne CV Sinar Mentari Group

Mars CV Sinar Mentari Group

Family Gathering SMG 2026

Testimoni

Cerita Kepuasan Pelanggan

Saya sangat puas dengan hasil yang didapat setelah menggunakan pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S20. Sapi- sapi saya menjadi lebih sehat dan produktif, produksi susu juga meningkat drastis. Saya merekomendasikan SMG MIXFEED S20 kepada para peternak lain.

foodsto-user

Saya pakai pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S18 selama 2 tahun terakhir dan hasilnya sangat memuaskan. Sapi-sapi menjadi lebih sehat dan produktif dan pakan konsentrat ini sangat mudah dicerna. Hal ini sangat membantu dalam menghemat biaya pakan.

foodsto-user

Dengan SMG Mixfeed S20 produksi susu sapi perah saya sangat meningkat drastis, karena kandungan protein yang tinggi menjadikan ternak lebih sehat. Bagi para peternak sapi perah yang lain, dapat dicoba pakan konsentrat ini untuk meningkatkan hasil produksi susu sapi perah Anda.

foodsto-user
Kemitraan

Keuntungan Ekslusif yang Didapatkan di SMG Mixfeed

Syarat Anti Ribet

Cukup dengan mengisi Form Agen dibawah, maka Tim SMG akan segera menghubungi anda.

Harga Bersahabat

Dengan bergabung menjadi mitra SMG Mixfeed maka anda mendapatkan harga yang sangat cocok untuk dijual kembali.

Kualitas Produk Tinggi

Solusi pakan dengan bahan baku terpilih dan diformulasikan tepat sesuai kebutuhan sehingga dapat memaksimalkan produksi ternak anda.

Dukungan Optimal

Tim SMG siap melayani Anda selama 24 jam penuh baik secara online maupun bertemu langsung secara offline.