Pernahkah Anda melihat sapi atau kambing hanya memakan bagian tertentu dari pakan yang diberikan, lalu meninggalkan sisanya? Kondisi ini cukup sering terjadi di peternakan dan dikenal sebagai feed sorting atau perilaku memilih-milih pakan. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini dapat berdampak pada keseimbangan nutrisi, performa ternak, hingga efisiensi biaya pakan. Lalu, mengapa ternak sering memilih-milih pakan? Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui peternak.
1. Ternak Lebih Menyukai Pakan yang Palatabel
Palatabilitas adalah tingkat kesukaan ternak terhadap suatu pakan. Aroma, rasa, tekstur, dan tingkat kelembapan pakan dapat memengaruhi konsumsi ternak. Bahan pakan yang lebih harum atau memiliki rasa yang lebih disukai biasanya akan dikonsumsi lebih dulu, sedangkan bahan yang kasar atau kurang menarik cenderung ditinggalkan. Konsumsi pakan pada ternak ruminansia tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan nutrisi, tetapi juga oleh karakteristik fisik dan tingkat kesukaan ternak terhadap pakan tersebut.
2. Ukuran dan Bentuk Partikel Pakan Tidak Seragam
Saat pakan terdiri dari berbagai bahan dengan ukuran yang berbeda-beda, ternak sering kali memilih bahan yang lebih mudah dimakan. Misalnya, konsentrat atau bahan bertekstur halus akan lebih cepat habis dibandingkan hijauan yang terlalu panjang atau kasar. Jenis sapi perah lebih memiliki kecenderungan untuk memilah pakan berdasarkan ukuran partikel, terutama ketika terdapat perbedaan ukuran yang cukup mencolok dalam ransum.
3. Adaptasi terhadap Jenis Pakan Baru
Ternak merupakan hewan yang memiliki kebiasaan makan tertentu. Ketika peternak mengganti jenis pakan secara mendadak, ternak sering membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Selama masa adaptasi tersebut, ternak dapat menjadi lebih selektif dan hanya mengonsumsi bahan yang sudah dikenal. Oleh karena itu, perubahan pakan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar konsumsi tetap optimal dan tidak menimbulkan stres pada ternak.
4. Kondisi Kesehatan Ternak
Masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan, stres panas, hingga gangguan pada gigi dan mulut dapat menyebabkan ternak menjadi lebih pemilih terhadap pakan. Ternak yang tidak nyaman biasanya akan mengurangi konsumsi atau hanya memakan bahan tertentu yang dianggap lebih mudah dikunyah dan dicerna. Kondisi kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi konsumsi pakan dan produktivitas ternak ruminansia.
5. Manajemen Pemberian Pakan yang Kurang Tepat
Jadwal pemberian pakan yang tidak teratur, tempat pakan yang kotor, atau distribusi pakan yang tidak merata juga dapat memicu perilaku memilih-milih pakan. Selain itu, pakan yang sudah terlalu lama berada di palungan berisiko mengalami penurunan kualitas sehingga kurang diminati ternak. Manajemen pakan yang baik membantu menjaga konsumsi dan memastikan kebutuhan nutrisi ternak terpenuhi secara optimal.
Dampak Ternak Memilih-Milih Pakan
Kebiasaan memilih pakan dapat menimbulkan beberapa kerugian, antara lain:
- Nutrisi yang dikonsumsi menjadi tidak seimbang.
- Pertumbuhan dan performa ternak kurang optimal.
- Efisiensi penggunaan pakan menurun.
- Sisa pakan meningkat sehingga biaya pakan menjadi lebih tinggi.
- Risiko gangguan pencernaan meningkat akibat ketidakseimbangan konsumsi nutrisi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengurangi produktivitas dan keuntungan usaha peternakan.
Solusi Mengurangi Kebiasaan Memilih Pakan
Salah satu cara yang banyak diterapkan untuk mengurangi perilaku memilih pakan adalah penggunaan sistem Total Mixed Ration (TMR) atau pakan lengkap yang tercampur merata. Dengan sistem ini, hijauan, konsentrat, dan bahan pakan lainnya dicampur secara homogen sehingga ternak lebih sulit memilah bahan tertentu.
Untuk mendukung penerapan sistem pakan yang lebih efisien, peternak dapat memanfaatkan SMG Mixfeed sebagai bahan penyusun ransum. SMG Mixfeed diformulasikan untuk membantu menciptakan campuran pakan yang lebih seragam sehingga distribusi nutrisi dalam ransum menjadi lebih merata. Dengan manajemen pemberian pakan yang baik, penggunaan bahan pakan yang tepat dapat membantu meningkatkan konsumsi, mengurangi sisa pakan, dan mendukung performa ternak secara optimal. Meski demikian, keberhasilan program pakan tetap perlu didukung oleh kualitas hijauan, ketersediaan air minum yang cukup, serta manajemen pemeliharaan yang baik.
Referensi
- Church, D.C. 1993. The Ruminant Animal: Digestive Physiology and Nutrition. Waveland Press, Illinois.
- Leonardi, C., and L.E. Armentano. 2003. Effect of quantity, quality, and length of alfalfa hay on selective consumption by dairy cows. Journal of Dairy Science, 86(2): 557–564.
- National Research Council (NRC). 2001. Nutrient Requirements of Dairy Cattle. 7th Revised Edition. National Academy Press, Washington, D.C.
- DeVries, T.J., Beauchemin, K.A., von Keyserlingk, M.A.G. 2007. Dietary forage concentration affects the feed sorting behavior of lactating dairy cows. Journal of Dairy Science, 90(12): 5572–5579.