Sapi Kurang Nafsu Makan Setelah Melahirkan? Waspadai Ketosis!

01 Juli 2026 Dilihat: 7x

Masa setelah melahirkan merupakan periode yang sangat krusial bagi sapi, terutama sapi perah. Pada fase ini, kebutuhan energi meningkat drastis untuk mendukung produksi susu, sementara nafsu makan sering kali belum kembali normal. Kondisi tersebut dapat memicu ketosis, yaitu gangguan metabolisme yang sering terjadi pada awal laktasi dan dapat berdampak besar terhadap kesehatan maupun produktivitas ternak. Lantas, apa itu ketosis, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara mencegahnya?

Apa Itu Ketosis?

Ketosis adalah gangguan metabolisme yang terjadi ketika tubuh sapi mengalami defisit energi (negative energy balance). Kondisi ini muncul saat energi yang dibutuhkan tubuh, terutama untuk produksi susu, lebih besar dibandingkan energi yang diperoleh dari pakan. Akibatnya, tubuh mulai memecah cadangan lemak sebagai sumber energi. Proses ini menghasilkan badan keton (ketone bodies) seperti beta-hydroxybutyrate (BHBA), acetoacetate, dan acetone. Jika jumlah badan keton terlalu tinggi, maka terjadilah ketosis. Ketosis paling sering menyerang sapi dalam 2–6 minggu pertama setelah melahirkan, terutama sapi dengan produksi susu tinggi.

Mengapa Sapi Baru Melahirkan Rentan Mengalami Ketosis?

Setelah melahirkan, sapi mengalami perubahan fisiologis yang cukup besar, antara lain:

  • Produksi susu meningkat sangat cepat.
  • Kebutuhan energi melonjak.
  • Nafsu makan belum pulih sepenuhnya.
  • Konsumsi bahan kering (Dry Matter Intake/DMI) masih rendah.

Akibatnya, tubuh kekurangan pasokan energi sehingga mulai menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi alternatif.

Gejala Ketosis yang Perlu Diwaspadai

Gejala ketosis dapat muncul secara ringan hingga berat, di antaranya:

  • Nafsu makan menurun, terutama enggan mengonsumsi konsentrat.
  • Produksi susu menurun.
  • Berat badan terus berkurang.
  • Tubuh tampak lemas.
  • Gerakan menjadi lambat.
  • Kotoran lebih sedikit dan cenderung kering.
  • Napas atau susu terkadang berbau seperti aseton (bau manis khas).

Pada kasus yang lebih parah, sapi dapat mengalami gangguan saraf, seperti berjalan sempoyongan, sulit menjaga keseimbangan, dan menjilat benda-benda di sekitarnya.

Dampak Ketosis bagi Produktivitas

Ketosis bukan hanya menurunkan kondisi tubuh sapi, tetapi juga dapat menyebabkan:

  • Penurunan produksi susu.
  • Gangguan reproduksi sehingga waktu bunting kembali menjadi lebih lama.
  • Meningkatnya risiko penyakit lain seperti fatty liver (perlemakan hati), displaced abomasum, dan mastitis.
  • Kerugian ekonomi akibat biaya pengobatan dan turunnya produktivitas.

Karena itu, ketosis perlu dicegah sejak dini melalui manajemen pakan dan pemeliharaan yang baik.

Cara Mencegah Ketosis

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko ketosis antara lain:

1. Berikan pakan dengan kandungan energi yang seimbang

Pastikan sapi memperoleh energi yang cukup, terutama menjelang dan setelah melahirkan.

2. Jaga kualitas hijauan dan konsentrat

Hijauan berkualitas dan konsentrat yang seimbang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa mengganggu kesehatan rumen.

3. Pantau kondisi tubuh (Body Condition Score)

Sapi yang terlalu gemuk saat menjelang melahirkan memiliki risiko ketosis lebih tinggi dibandingkan sapi dengan kondisi tubuh ideal.

4. Pastikan konsumsi pakan tetap tinggi

Pakan yang palatabel dan mudah dikonsumsi membantu meningkatkan konsumsi bahan kering sehingga kebutuhan energi lebih cepat terpenuhi.

5. Lakukan pemantauan rutin

Amati perubahan nafsu makan, produksi susu, serta kondisi tubuh selama masa transisi agar gejala awal dapat segera ditangani.

Peran Nutrisi yang Tepat dalam Masa Transisi

Keberhasilan melewati masa transisi sangat dipengaruhi oleh kualitas ransum yang diberikan. Ransum yang memiliki keseimbangan energi, protein, serat, vitamin, dan mineral dapat membantu menjaga fungsi rumen serta mendukung kebutuhan metabolisme sapi setelah melahirkan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah SMG Mixfeed, konsentrat yang diformulasikan untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi ternak ketika dipadukan dengan hijauan berkualitas.

SMG Mixfeed yang diberikan sesuai rekomendasi dan dipadukan dengan manajemen pemeliharaan yang baik dapat menjadi bagian dari ransum seimbang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak selama masa transisi maupun masa produksi. Perlu diingat bahwa SMG Mixfeed bukan merupakan obat untuk mengatasi ketosis, melainkan pakan pendukung yang berperan dalam membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak sebagai bagian dari upaya pencegahan melalui manajemen pakan yang tepat.

Referensi

  • Merck Veterinary Manual. Ketosis in Cattle. Merck Veterinary Manual.
  • MSD Animal Health. Transition Cow Management and Ketosis.
  • University of Wisconsin–Madison. Managing Transition Dairy Cows to Reduce Ketosis Risk.
  • National Research Council. The National Academies Press, 2001.
  • Penn State Extension. Ketosis in Dairy Cattle.
Share:
Facebook
Whatsapp

Hymne CV Sinar Mentari Group

Mars CV Sinar Mentari Group

Family Gathering SMG 2026

Testimoni

Cerita Kepuasan Pelanggan

Saya sangat puas dengan hasil yang didapat setelah menggunakan pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S20. Sapi- sapi saya menjadi lebih sehat dan produktif, produksi susu juga meningkat drastis. Saya merekomendasikan SMG MIXFEED S20 kepada para peternak lain.

foodsto-user

Saya pakai pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S18 selama 2 tahun terakhir dan hasilnya sangat memuaskan. Sapi-sapi menjadi lebih sehat dan produktif dan pakan konsentrat ini sangat mudah dicerna. Hal ini sangat membantu dalam menghemat biaya pakan.

foodsto-user

Dengan SMG Mixfeed S20 produksi susu sapi perah saya sangat meningkat drastis, karena kandungan protein yang tinggi menjadikan ternak lebih sehat. Bagi para peternak sapi perah yang lain, dapat dicoba pakan konsentrat ini untuk meningkatkan hasil produksi susu sapi perah Anda.

foodsto-user
Kemitraan

Keuntungan Ekslusif yang Didapatkan di SMG Mixfeed

Syarat Anti Ribet

Cukup dengan mengisi Form Agen dibawah, maka Tim SMG akan segera menghubungi anda.

Harga Bersahabat

Dengan bergabung menjadi mitra SMG Mixfeed maka anda mendapatkan harga yang sangat cocok untuk dijual kembali.

Kualitas Produk Tinggi

Solusi pakan dengan bahan baku terpilih dan diformulasikan tepat sesuai kebutuhan sehingga dapat memaksimalkan produksi ternak anda.

Dukungan Optimal

Tim SMG siap melayani Anda selama 24 jam penuh baik secara online maupun bertemu langsung secara offline.