Dalam usaha peternakan, banyak peternak yang fokus pada kualitas pakan, namun sering kali mengabaikan konsistensi waktu pemberian pakan. Padahal, ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba tidak hanya membutuhkan pakan yang bergizi, tetapi juga jadwal makan yang teratur. Memberikan pakan pada waktu yang berubah-ubah, misalnya hari ini pukul 06.00 lalu besok pukul 09.00 atau bahkan sore hari, dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan, hingga produktivitas ternak. Mengapa demikian? Simak penjelasannya berikut ini.
Ternak Memiliki "Jam Biologis"
Sama seperti manusia, ternak memiliki ritme sirkadian (circadian rhythm) atau jam biologis yang mengatur berbagai aktivitas tubuh, termasuk waktu makan, aktivitas, dan metabolisme. Ketika ternak terbiasa menerima pakan pada jam tertentu, tubuhnya akan mempersiapkan proses pencernaan sebelum pakan diberikan. Sebaliknya, jika jadwal makan sering berubah, sistem pencernaan harus terus beradaptasi sehingga efisiensi pemanfaatan nutrisi dapat menurun.
Menjaga Aktivitas Mikroba di Dalam Rumen
Pada sapi, kambing, dan domba, sebagian besar proses pencernaan berlangsung di dalam rumen yang dihuni oleh miliaran mikroorganisme. Mikroba rumen bekerja optimal ketika pasokan pakan tersedia secara konsisten. Jika waktu pemberian pakan sering terlambat atau berubah-ubah, keseimbangan lingkungan rumen dapat terganggu sehingga proses fermentasi menjadi kurang optimal. Akibatnya:
- Konsumsi pakan dapat menurun.
- Efisiensi pencernaan serat berkurang.
- Pemanfaatan nutrisi menjadi kurang maksimal.
Membantu Menjaga Nafsu Makan
Ternak yang terbiasa makan pada jam tertentu biasanya akan menunjukkan antusiasme ketika waktu makan tiba. Namun jika jadwal sering berubah:
- ternak bisa menjadi gelisah,
- nafsu makan menurun,
- bahkan sebagian ternak mengonsumsi pakan lebih sedikit dari biasanya.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi pertambahan bobot badan maupun produktivitas.
Mengurangi Risiko Gangguan Pencernaan
Perubahan jadwal pemberian pakan yang tidak menentu dapat menyebabkan pola fermentasi di dalam rumen ikut berubah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan pencernaan, terutama apabila disertai perubahan jenis atau jumlah pakan secara mendadak. Oleh karena itu, selain menjaga komposisi ransum, konsistensi waktu pemberian pakan juga merupakan bagian penting dari manajemen pakan yang baik.
Membantu Ternak Tetap Tenang
Ternak merupakan hewan yang menyukai rutinitas. Mereka akan lebih tenang apabila aktivitas sehari-harinya berlangsung secara konsisten, termasuk waktu makan. Sebaliknya, keterlambatan pemberian pakan dapat membuat ternak lebih gelisah, sering bersuara, atau terus menunggu di sekitar tempat pakan. Kondisi ini dapat meningkatkan stres ringan yang, apabila terjadi berulang, berpotensi memengaruhi performa ternak.
Tips Menjaga Jadwal Pemberian Pakan
Agar ternak tetap nyaman dan produktif, berikut beberapa hal yang dapat diterapkan:
- Berikan pakan pada jam yang sama setiap hari.
- Hindari keterlambatan pemberian pakan dalam waktu yang lama.
- Jika perlu mengubah jadwal, lakukan secara bertahap.
- Pastikan ketersediaan air minum bersih setiap saat.
- Gunakan pakan dengan kualitas yang konsisten agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi.
Dukung Performa Ternak dengan Pakan Berkualitas
Selain jadwal pemberian pakan yang teratur, kualitas pakan juga memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas ternak. SMG Mixfeed hadir sebagai pakan konsentrat ruminansia yang diformulasikan menggunakan bahan baku berkualitas dengan kandungan nutrisi yang seimbang. Dipadukan dengan hijauan yang baik serta manajemen pemberian pakan yang konsisten, SMG Mixfeed dapat membantu peternak memenuhi kebutuhan nutrisi ternak secara optimal sehingga performa dan produktivitas dapat terus terjaga.
Referensi
- National Research Council (NRC). 2016. Nutrient Requirements of Beef Cattle: Eighth Revised Edition. National Academies Press.
- Van Soest, P. J. 1994. Nutritional Ecology of the Ruminant. 2nd Edition. Cornell University Press.
- Owens, F. N., Secrist, D. S., Hill, W. J., & Gill, D. R. 1998. Acidosis in Cattle: A Review. Journal of Animal Science, 76(1): 275–286.
- Church, D. C. 1993. The Ruminant Animal: Digestive Physiology and Nutrition. Waveland Press.
- Ensminger, M. E. & Perry, R. C. 1997. Beef Cattle Science. Interstate Publishers.