Saat musim hujan atau ketika hijauan tersedia dalam jumlah melimpah, tidak sedikit peternak yang berpikir bahwa pemberian konsentrat dapat dikurangi, bahkan dihentikan. Alasannya sederhana, ternak sudah mendapatkan banyak rumput sehingga dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Namun, benarkah rumput yang melimpah sudah mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi ternak?
Hijauan Memang Penting, Tetapi Tidak Selalu Lengkap
Hijauan merupakan sumber serat utama bagi sapi, kambing, dan domba. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan, merangsang aktivitas mengunyah kembali (ruminasi), serta membantu menjaga keseimbangan mikroba di dalam rumen. Meski demikian, hijauan tidak selalu memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Kandungan protein, energi, mineral, dan vitamin pada hijauan sangat dipengaruhi oleh jenis tanaman, umur panen, kesuburan tanah, hingga musim. Hijauan yang sudah terlalu tua, misalnya, umumnya memiliki kadar serat yang tinggi tetapi kandungan protein dan energinya lebih rendah dibandingkan hijauan muda. Artinya, meskipun jumlah rumput melimpah, kualitas nutrisinya belum tentu mampu memenuhi kebutuhan ternak, terutama pada fase pertumbuhan, penggemukan, bunting, maupun laktasi.
Mengapa Konsentrat Tetap Dibutuhkan?
Konsentrat berfungsi melengkapi nutrisi yang belum tercukupi dari hijauan. Umumnya, konsentrat mengandung energi, protein, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang lebih tinggi sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak secara lebih seimbang. Pemberian konsentrat yang tepat dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:
- Membantu meningkatkan pertambahan bobot badan.
- Mendukung pertumbuhan pedet dan cempe secara optimal.
- Membantu mempertahankan produksi susu pada sapi perah.
- Meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi dari hijauan.
- Membantu memenuhi kebutuhan protein dan energi yang tidak selalu tersedia dalam hijauan.
Dengan kata lain, hubungan antara hijauan dan konsentrat bukanlah saling menggantikan, melainkan saling melengkapi.
Apakah Semakin Banyak Konsentrat Semakin Baik?
Jawabannya tentu tidak. Pemberian konsentrat secara berlebihan tanpa diimbangi hijauan justru dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, seperti asidosis rumen. Sebaliknya, jika hanya mengandalkan hijauan berkualitas rendah tanpa tambahan konsentrat, performa ternak juga berpotensi tidak optimal. Oleh karena itu, penyusunan ransum sebaiknya disesuaikan dengan:
- Umur ternak.
- Bobot badan.
- Tujuan pemeliharaan (penggemukan, pembibitan, atau produksi susu).
- Kualitas hijauan yang tersedia.
Ransum yang seimbang akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis pakan saja.
Kualitas Hijauan Tetap Harus Diperhatikan
Selain jumlah, kualitas hijauan juga menjadi faktor penting. Hijauan yang terlalu tua biasanya memiliki kandungan lignin yang lebih tinggi sehingga lebih sulit dicerna oleh ternak. Sebaliknya, hijauan yang terlalu muda memang lebih mudah dicerna, tetapi jika diberikan secara berlebihan tanpa keseimbangan serat yang cukup juga kurang ideal bagi fungsi rumen. Hijauan yang bersih, tidak berjamur, dan tidak tercampur bahan asing akan memberikan manfaat yang lebih baik bagi kesehatan ternak.
Lengkapi Nutrisi dengan Konsentrat Berkualitas
Dalam praktik pemeliharaan, penggunaan konsentrat yang berkualitas dapat menjadi salah satu cara untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi ternak, terutama ketika kualitas hijauan kurang optimal atau kebutuhan nutrisi meningkat. SMG Mixfeed menyediakan berbagai pilihan konsentrat untuk sapi, kambing, dan domba yang diformulasikan sesuai kebutuhan pada berbagai fase pemeliharaan. Dengan formulasi nutrisi yang seimbang serta penggunaan bahan baku berkualitas, SMG Mixfeed dapat menjadi bagian dari penyusunan ransum yang mendukung pertumbuhan, penggemukan, maupun produktivitas ternak secara optimal. Tentu, hasil terbaik tetap diperoleh apabila pemberian konsentrat diimbangi dengan hijauan yang berkualitas, air minum yang cukup, serta manajemen pemeliharaan yang baik.
Referensi
- Church, D.C. 1993. The Ruminant Animal: Digestive Physiology and Nutrition. Waveland Press.
- Kearl, L.C. 1982. Nutrient Requirements of Ruminants in Developing Countries. Utah State University.
- McDonald, P., Edwards, R.A., Greenhalgh, J.F.D., Morgan, C.A., Sinclair, L.A., & Wilkinson, R.G. 2011. Animal Nutrition. Seventh Edition. Pearson Education Limited.
- National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine. 2016. Nutrient Requirements of Beef Cattle. Eighth Revised Edition. The National Academies Press.