Ternak Sering Berbaring, Apakah Itu Normal?

06 Juni 2026 Dilihat: 10x

Bagi peternak, melihat ternak lebih sering berbaring dari biasanya terkadang menimbulkan kekhawatiran. Apakah hewan sedang beristirahat dengan normal, atau justru menjadi tanda adanya masalah kesehatan? Jawabannya tergantung pada kondisi, jenis ternak, serta gejala lain yang menyertainya.  Memahami perilaku berbaring pada ternak sangat penting agar peternak dapat membedakan antara kondisi normal dan tanda awal gangguan kesehatan.

Perilaku Berbaring pada Ternak adalah Hal yang Normal

Pada dasarnya, ternak seperti sapi, kambing, dan domba memang membutuhkan waktu untuk berbaring setiap hari. Saat berbaring, hewan dapat beristirahat, menghemat energi, dan pada hewan ruminansia (pemamah biak), aktivitas mengunyah kembali pakan (ruminasi) sering dilakukan dalam posisi santai.

Sapi dewasa umumnya menghabiskan waktu sekitar 8–14 jam per hari untuk berbaring, tergantung kondisi lingkungan, kenyamanan kandang, serta status fisiologisnya. Sementara kambing dan domba juga memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tubuh. Jika ternak berbaring tetapi tetap aktif saat dipanggil, nafsu makan baik, minum normal, dan masih menunjukkan perilaku yang biasa, maka kondisi tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Kapan Ternak yang Sering Berbaring Perlu Diwaspadai?

Peternak perlu lebih waspada apabila ternak berbaring terlalu lama dan menunjukkan gejala tambahan seperti:

  • Nafsu makan menurun atau tidak mau makan.
  • Sulit berdiri atau tampak lemah.
  • Napas cepat atau terengah-engah.
  • Demam.
  • Perut kembung.
  • Pincang atau mengalami cedera kaki.
  • Produksi susu menurun pada sapi perah.
  • Tidak merespons lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab Ternak Lebih Sering Berbaring

1. Cuaca Panas dan Stres Lingkungan

Suhu lingkungan yang tinggi dapat menyebabkan ternak mengurangi aktivitasnya untuk menghemat energi. Pada kondisi tertentu, ternak akan lebih sering beristirahat guna mengurangi produksi panas tubuh. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan ventilasi yang baik, akses air minum yang cukup, dan area kandang yang nyaman.

2. Kelelahan atau Kondisi Fisiologis Tertentu

Ternak yang sedang bunting tua, baru melahirkan, atau baru menempuh perjalanan jauh biasanya membutuhkan waktu istirahat lebih banyak dibandingkan kondisi normal.

3. Gangguan Kaki dan Kuku

Masalah pada kaki, kuku yang terlalu panjang, luka, atau infeksi dapat membuat ternak enggan berdiri dan berjalan. Akibatnya, hewan menjadi lebih sering berbaring.

4. Kekurangan Nutrisi

Asupan nutrisi yang tidak seimbang dapat menyebabkan kondisi tubuh menurun, pertumbuhan terhambat, serta berkurangnya stamina ternak. Dalam jangka panjang, ternak dapat terlihat lebih pasif dan kurang aktif bergerak.

5. Penyakit Tertentu

Berbagai penyakit metabolik, infeksi, gangguan pencernaan, maupun gangguan reproduksi dapat menyebabkan ternak lebih banyak berbaring. Jika disertai gejala lain, segera konsultasikan dengan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan setempat.

Pentingnya Nutrisi untuk Menjaga Aktivitas Ternak

Aktivitas dan kesehatan ternak sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan. Selain hijauan yang baik, pemberian konsentrat dapat membantu memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral, terutama pada fase pertumbuhan, bunting, laktasi, maupun penggemukan.

Sebagai pendamping hijauan, SMG Mixfeed dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak sehingga kondisi tubuh, aktivitas, dan produktivitasnya tetap terjaga secara optimal. Dengan kombinasi manajemen kandang yang nyaman, ketersediaan air minum yang cukup, serta pakan berkualitas, ternak dapat tetap aktif, sehat, dan produktif.

Referensi

  • Fraser, A.F. & Broom, D.M. (1990). Farm Animal Behaviour and Welfare. Baillière Tindall, London.
  • National Research Council (NRC). (2001). Nutrient Requirements of Dairy Cattle: Seventh Revised Edition. National Academies Press, Washington, DC.
  • Cook, N.B., Bennett, T.B., & Nordlund, K.V. (2005). Monitoring indices of cow comfort in free-stall-housed dairy herds. Journal of Dairy Science, 88(11), 3876–3885.
  • Webster, J. (2013). Animal Welfare: Freedoms, Dominions and “A Life Worth Living”. Wiley-Blackwell.
  • Radostits, O.M., Gay, C.C., Hinchcliff, K.W., & Constable, P.D. (2007). Veterinary Medicine: A Textbook of the Diseases of Cattle, Horses, Sheep, Pigs and Goats. Saunders Elsevier.
Share:
Facebook
Whatsapp

Hymne CV Sinar Mentari Group

Mars CV Sinar Mentari Group

Family Gathering SMG 2026

Testimoni

Cerita Kepuasan Pelanggan

Saya sangat puas dengan hasil yang didapat setelah menggunakan pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S20. Sapi- sapi saya menjadi lebih sehat dan produktif, produksi susu juga meningkat drastis. Saya merekomendasikan SMG MIXFEED S20 kepada para peternak lain.

foodsto-user

Saya pakai pakan konsentrat dari SMG MIXFEED S18 selama 2 tahun terakhir dan hasilnya sangat memuaskan. Sapi-sapi menjadi lebih sehat dan produktif dan pakan konsentrat ini sangat mudah dicerna. Hal ini sangat membantu dalam menghemat biaya pakan.

foodsto-user

Dengan SMG Mixfeed S20 produksi susu sapi perah saya sangat meningkat drastis, karena kandungan protein yang tinggi menjadikan ternak lebih sehat. Bagi para peternak sapi perah yang lain, dapat dicoba pakan konsentrat ini untuk meningkatkan hasil produksi susu sapi perah Anda.

foodsto-user
Kemitraan

Keuntungan Ekslusif yang Didapatkan di SMG Mixfeed

Syarat Anti Ribet

Cukup dengan mengisi Form Agen dibawah, maka Tim SMG akan segera menghubungi anda.

Harga Bersahabat

Dengan bergabung menjadi mitra SMG Mixfeed maka anda mendapatkan harga yang sangat cocok untuk dijual kembali.

Kualitas Produk Tinggi

Solusi pakan dengan bahan baku terpilih dan diformulasikan tepat sesuai kebutuhan sehingga dapat memaksimalkan produksi ternak anda.

Dukungan Optimal

Tim SMG siap melayani Anda selama 24 jam penuh baik secara online maupun bertemu langsung secara offline.