Masa pertumbuhan pedet (anak sapi) dan cempe (anak domba/kambing) merupakan periode yang sangat menentukan performa ternak di masa depan. Pada fase ini, kebutuhan nutrisi sangat tinggi untuk mendukung pertumbuhan jaringan tubuh, perkembangan organ pencernaan, serta pembentukan sistem kekebalan tubuh. Salah satu langkah penting yang sering kali kurang diperhatikan adalah membiasakan pedet dan cempe mengonsumsi pakan padat sejak dini. Banyak peternak beranggapan bahwa susu sudah cukup memenuhi kebutuhan nutrisi anak ternak. Padahal, pemberian pakan padat sejak usia dini memiliki peran penting dalam mempercepat perkembangan rumen sehingga ternak lebih siap menghadapi masa sapih dan mampu memanfaatkan pakan secara optimal.
Mengapa Pakan Padat Perlu Dikenalkan Sejak Dini?
Pada saat lahir, rumen pedet maupun cempe belum berkembang sempurna. Sistem pencernaannya masih didominasi oleh abomasum yang berfungsi mencerna susu. Seiring bertambahnya usia, rumen harus berkembang agar mampu mencerna hijauan dan pakan berserat secara efisien. Proses perkembangan rumen tidak hanya dipengaruhi oleh umur, tetapi juga oleh konsumsi pakan padat. Ketika anak ternak mulai mengonsumsi pakan padat, proses fermentasi menghasilkan asam lemak volatil (volatile fatty acids/VFA), terutama butirat dan propionat. Senyawa tersebut berperan penting dalam merangsang pertumbuhan papila rumen sehingga kemampuan menyerap nutrisi menjadi semakin baik. Dengan kata lain, semakin cepat anak ternak mulai belajar mengonsumsi pakan padat dalam jumlah yang sesuai, semakin cepat pula rumennya berkembang.
Manfaat Membiasakan Pedet dan Cempe Mengonsumsi Pakan Padat
Pemberian pakan padat sejak dini memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Mendukung perkembangan rumen secara optimal.
- Membantu proses penyapihan menjadi lebih lancar.
- Mengurangi ketergantungan terhadap susu.
- Meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi.
- Mendukung pertumbuhan bobot badan yang lebih baik.
- Membantu mempersiapkan ternak menghadapi fase pertumbuhan berikutnya.
Pedet dan cempe yang sudah terbiasa mengonsumsi pakan padat umumnya mengalami stres sapih yang lebih rendah dibandingkan ternak yang hanya bergantung pada susu hingga waktu penyapihan.
Kapan Pakan Padat Mulai Diberikan?
Pakan padat dapat mulai dikenalkan sejak usia sekitar 1 minggu dalam jumlah sedikit. Pada tahap awal, tujuan utamanya bukan agar ternak langsung makan banyak, melainkan membiasakan mereka mengenali aroma, rasa, dan tekstur pakan. Konsumsi pakan padat biasanya akan meningkat secara bertahap seiring pertumbuhan ternak. Oleh karena itu, pakan harus selalu tersedia dalam kondisi segar, bersih, dan mudah dijangkau agar merangsang konsumsi.
Ciri Pakan Padat yang Baik untuk Pedet dan Cempe
Pakan awal (starter) sebaiknya memiliki beberapa karakteristik berikut:
- Mudah dicerna.
- Memiliki kandungan protein yang sesuai untuk fase pertumbuhan.
- Palatabel (disukai ternak).
- Bersih dan tidak berjamur.
- Mengandung nutrisi yang seimbang.
Pakan dengan kualitas yang baik akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung perkembangan saluran pencernaan.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Beberapa kesalahan yang masih sering terjadi di lapangan antara lain:
- Terlambat mengenalkan pakan padat.
- Memberikan pakan yang sudah lembap atau berjamur.
- Mengganti jenis pakan secara mendadak.
- Tidak menyediakan air minum bersih.
- Menganggap susu sudah cukup sehingga pakan padat tidak perlu diberikan sejak dini.
Padahal, air minum juga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas mikroba rumen sehingga perkembangan rumen dapat berlangsung dengan optimal.
Dukung Pertumbuhan Awal dengan Nutrisi yang Tepat
Keberhasilan pemeliharaan pedet dan cempe tidak hanya ditentukan oleh jumlah susu yang diberikan, tetapi juga oleh kesiapan sistem pencernaannya dalam memanfaatkan pakan padat. Sebagai salah satu pilihan pakan starter, SMG Mixfeed S22 Pellet diformulasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pedet dan cempe pada fase awal pertumbuhan. Bentuk pellet yang seragam serta tingkat palatabilitas yang baik dapat membantu anak ternak mulai belajar mengonsumsi pakan padat dengan lebih mudah. Namun demikian, pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan umur, kondisi ternak, dan manajemen pemeliharaan yang baik agar hasil yang diperoleh lebih optimal.
Referensi
- Khan, M. A., Weary, D. M., & von Keyserlingk, M. A. G. (2011). Invited Review: Effects of milk ration on solid feed intake, weaning, and performance in dairy heifers. Journal of Dairy Science, 94(3), 1071–1081.
- Lesmeister, K. E., & Heinrichs, A. J. (2004). Effects of corn processing on growth characteristics, rumen development, and rumen parameters in neonatal dairy calves. Journal of Dairy Science, 87(10), 3439–3450.
- National Research Council (NRC). (2001). Nutrient Requirements of Dairy Cattle. 7th Revised Edition. National Academies Press.
- Van Soest, P. J. (1994). Nutritional Ecology of the Ruminant. 2nd Edition. Cornell University Press.
- SNI 3148.1:2013. Pakan Konsentrat Sapi Perah. Badan Standardisasi Nasional.