Pernahkah Anda bertanya-tanya, setelah pakan dimakan oleh sapi, kambing, atau domba, sebenarnya ke mana pakan tersebut pergi?
Pakan yang masuk ke tubuh ternak tidak langsung berubah menjadi daging atau susu. Pakan akan melalui proses pencernaan dan fermentasi, kemudian nutrien yang dihasilkan atau diserap akan digunakan tubuh untuk berbagai kebutuhan, seperti pemeliharaan, pertumbuhan, produksi, dan reproduksi.
1. Pakan Masuk dan Dikunyah
Proses dimulai ketika ternak mengambil dan mengunyah pakan. Pakan bercampur dengan air liur sebelum ditelan.
Pada ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba, pakan kemudian masuk ke rumen, bagian terbesar dari lambung yang menjadi tempat utama berlangsungnya fermentasi oleh mikroorganisme.
Proses mengunyah juga membantu memperkecil ukuran partikel pakan sehingga dapat lebih mudah diproses di dalam saluran pencernaan.
2. Rumen: Tempat Pakan Difermentasi
Rumen bukan sekadar tempat menyimpan pakan. Di dalamnya terdapat berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, protozoa, dan fungi, yang membantu memecah komponen pakan melalui proses fermentasi.
Salah satu hasil penting dari fermentasi karbohidrat adalah asam lemak volatil (VFA), terutama asetat, propionat, dan butirat. VFA kemudian diserap melalui dinding rumen dan menjadi sumber energi penting bagi ternak.
Karena itu, kondisi rumen dan keseimbangan pakan sangat penting untuk mendukung proses fermentasi yang normal.
3. Pakan Melanjutkan Perjalanan ke Saluran Pencernaan
Setelah melewati rumen, pakan bergerak melalui bagian lambung lainnya, yaitu retikulum, omasum, dan abomasum, sebelum masuk ke usus.
Di abomasum dan usus, proses pencernaan dilanjutkan dengan bantuan asam lambung, enzim pencernaan, dan proses penyerapan nutrien.
Protein pakan juga mengalami proses yang cukup kompleks. Sebagian protein dapat digunakan oleh mikroorganisme rumen untuk membentuk protein mikroba, sedangkan sebagian protein lainnya dapat lolos dari degradasi rumen. Protein mikroba dan protein yang mencapai usus kemudian dicerna menjadi asam amino yang dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh.
Sementara itu, komponen pakan yang tidak tercerna akan terus melewati saluran pencernaan dan sebagian besar dikeluarkan dalam bentuk feses.
4. Kemana Perginya Nutrisi dari Pakan?
Setelah proses pencernaan dan penyerapan, nutrien dari pakan akan digunakan sesuai dengan kebutuhan tubuh ternak.
Secara sederhana, nutrien tersebut dapat digunakan untuk:
-
Pemeliharaan tubuh, seperti mendukung fungsi organ, metabolisme, dan aktivitas sehari-hari.
-
Pertumbuhan, termasuk pembentukan jaringan tubuh dan peningkatan bobot badan.
-
Produksi, misalnya pembentukan susu pada sapi perah.
-
Reproduksi, termasuk mendukung kebuntingan dan fungsi reproduksi.
-
Penyimpanan energi, apabila asupan energi melebihi kebutuhan tubuh.
Artinya, pakan yang dimakan tidak otomatis seluruhnya menjadi pertambahan bobot badan atau produksi susu. Nutrien akan terlebih dahulu digunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh sesuai kondisi dan tujuan pemeliharaan ternak.
5. Tidak Semua Pakan Menjadi Daging atau Susu
Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami dalam pemberian pakan.
Sebagian nutrien digunakan untuk mempertahankan kehidupan dan fungsi normal tubuh. Sebagian digunakan untuk pertumbuhan atau produksi, sedangkan komponen yang tidak tercerna akan dikeluarkan dari tubuh.
Selain itu, selama proses metabolisme, energi dari nutrien juga digunakan untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh dan sebagian dilepaskan sebagai panas.
Oleh karena itu, banyaknya pakan yang diberikan bukan satu-satunya penentu hasil pemeliharaan. Kualitas pakan, keseimbangan nutrisi, jumlah konsumsi, kecernaan, kesehatan ternak, umur, serta kondisi fisiologis juga berpengaruh terhadap bagaimana nutrien tersebut dimanfaatkan.
6. Mengapa Pemilihan Pakan Penting?
Karena setiap nutrien memiliki fungsi yang berbeda, pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan jenis ternak, umur, bobot badan, kondisi fisiologis, dan tujuan pemeliharaan.
Pakan yang baik bukan hanya membuat ternak kenyang, tetapi juga membantu menyediakan nutrien yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi tubuh dan produktivitas.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak ruminansia, SMG Mixfeed menyediakan berbagai pilihan konsentrat yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pemeliharaan ternak.
Penggunaan konsentrat tetap perlu disesuaikan dengan kondisi ternak dan dikombinasikan dengan sumber pakan lainnya, terutama hijauan pada ternak ruminansia, agar kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi secara seimbang.
Kesimpulan
Pakan yang dimakan ternak sebenarnya menjalani perjalanan yang panjang. Pakan dikunyah, masuk ke rumen untuk mengalami fermentasi oleh mikroorganisme, kemudian dilanjutkan ke bagian saluran pencernaan lainnya hingga nutrien yang dapat dimanfaatkan diserap oleh tubuh.
Nutrien tersebut kemudian digunakan untuk pemeliharaan, pertumbuhan, produksi, dan berbagai fungsi tubuh lainnya, sementara bagian yang tidak tercerna akan dikeluarkan.
Jadi, pakan tidak hilang begitu saja. Setiap bagian yang dapat dimanfaatkan memiliki peran dalam menunjang kehidupan dan produktivitas ternak.
Dengan pemilihan pakan yang tepat, pemberian sesuai kebutuhan, serta manajemen pemeliharaan yang baik, nutrien dari pakan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan produktivitas ternak.