Banyak peternak merasa sudah bekerja keras setiap hari di kandang. Pakan diberikan rutin, sapi diperah tepat waktu, dan kandang dibersihkan secara berkala. Namun tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan lama yang terus dilakukan karena dianggap “sudah biasa”, padahal justru perlahan menurunkan produktivitas dan meningkatkan biaya produksi.
Kebiasaan-kebiasaan ini jarang disadari karena dampaknya tidak langsung terasa. Tapi dalam jangka panjang, kerugian yang ditimbulkan bisa cukup besar.
1. Memberi Pakan Tanpa Menyesuaikan Kebutuhan Sapi
Banyak kandang masih memberikan pakan dengan takaran dan komposisi yang sama untuk semua sapi, tanpa melihat umur, bobot badan, atau fase produksi.
Dampaknya:
Produksi susu tidak maksimal
Konsumsi pakan boros
Sapi cepat kurus atau justru terlalu gemuk
Setiap sapi memiliki kebutuhan nutrisi berbeda, terutama antara sapi laktasi awal, pertengahan, akhir, dan sapi kering kandang.
2. Menganggap Produksi Turun sebagai Hal Wajar
Penurunan produksi sering dianggap normal karena faktor umur atau cuaca. Padahal, penurunan produksi bisa menjadi tanda awal:
Gangguan pencernaan
Ketidakseimbangan nutrisi
Stres panas atau stres lingkungan
Masalah kesehatan ringan yang belum terlihat
Mengabaikan penurunan produksi berarti membiarkan potensi kerugian semakin besar.
3. Jadwal Pemerahan Tidak Konsisten
Masih banyak kandang yang memerah sapi dengan jam yang berubah-ubah, tergantung kondisi lapangan atau tenaga kerja.
Padahal:
Pemerahan yang tidak konsisten bisa menurunkan produksi susu
Meningkatkan risiko mastitis
Membuat sapi stres dan tidak nyaman
Konsistensi jam pemerahan membantu sapi membentuk ritme biologis yang stabil.
4. Kebersihan Kandang Dilakukan Seadanya
Membersihkan kandang sekadar “yang penting bersih” sering dianggap cukup. Namun kebersihan yang tidak optimal dapat menyebabkan:
Peningkatan bakteri di lingkungan kandang
Risiko penyakit ambing
Kualitas susu menurun (TPC tinggi)
Kandang yang bersih dan kering berpengaruh langsung pada kesehatan sapi dan kualitas susu.
5. Air Minum Kurang Diperhatikan
Air sering dianggap bukan faktor penting, padahal air adalah komponen utama pembentuk susu.
Kebiasaan lama yang merugikan:
Tempat minum jarang dibersihkan
Air tersedia terbatas
Kualitas air tidak diperiksa
Sapi perah membutuhkan air bersih dalam jumlah besar agar produksi susu tetap optimal.
6. Mengandalkan Pengalaman Lama Tanpa Evaluasi
Pengalaman memang penting, tetapi kondisi peternakan terus berubah. Harga pakan, standar kualitas susu, dan tantangan penyakit tidak sama seperti dulu.
Tanpa evaluasi berkala:
Kesalahan lama terus berulang
Biaya produksi sulit ditekan
Peternakan sulit berkembang
Evaluasi sederhana seperti mencatat produksi harian dan konsumsi pakan bisa membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Mengubah Kebiasaan, Menyelamatkan Keuntungan
Mengubah kebiasaan lama tidak selalu berarti biaya besar. Banyak perubahan kecil yang justru berdampak besar, seperti:
Menyesuaikan ransum pakan
Menjaga jadwal pemerahan
Memperbaiki kebersihan kandang
Memastikan air minum selalu tersedia
Langkah-langkah sederhana ini membantu meningkatkan efisiensi dan menjaga performa sapi dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Kebiasaan lama di kandang sering terasa aman karena sudah dilakukan bertahun-tahun. Namun, tanpa disadari, kebiasaan tersebut bisa menjadi sumber kerugian tersembunyi bagi peternak. Dengan mulai mengevaluasi kebiasaan harian di kandang dan melakukan perbaikan bertahap, peternak dapat meningkatkan produksi, menjaga kesehatan ternak, dan memperkuat keberlanjutan usaha peternakan.