Hijauan merupakan pakan utama ruminansia seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau. Dari seluruh jenis hijauan, rumput memegang peranan paling besar dalam memenuhi kebutuhan serat kasar yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan rumen. Namun, tidak semua rumput memiliki kualitas nutrisi yang sama. Oleh karena itu, peternak perlu memahami jenis-jenis rumput yang cocok untuk pakan ruminansia agar produktivitas ternak tetap optimal.
Peran Rumput dalam Pakan Ruminansia
Rumput berfungsi sebagai:
Sumber serat kasar untuk kerja optimal rumen
Penunjang kesehatan pencernaan ternak
Pakan dasar yang ekonomis dan mudah didapat
Meski demikian, rumput tetap perlu dikombinasikan dengan sumber nutrisi lain seperti leguminosa dan konsentrat agar kebutuhan protein, energi, dan mineral terpenuhi.
Jenis-Jenis Rumput untuk Pakan Ruminansia
1. Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)

Rumput gajah merupakan jenis rumput paling populer di Indonesia.
Keunggulan:
Produksi hijauan tinggi
Mudah dibudidayakan
Cocok untuk sapi dan kerbau
Varian rumput gajah:
Rumput gajah biasa
Rumput gajah odot
Rumput gajah Taiwan
Waktu panen ideal rumput gajah adalah umur 40-50 hari agar kandungan nutrisi tetap optimal.
2. Rumput Odot (Gajah Mini)

Rumput odot banyak digunakan pada sistem peternakan intensif.
Keunggulan:
Batang pendek dan daun lembut
Mudah dikonsumsi kambing dan domba
Palatabilitas tinggi
Rumput ini sangat cocok sebagai hijauan utama untuk kambing, domba, dan sapi perah.
3. Rumput Raja (King Grass)

Rumput raja merupakan hasil persilangan yang memiliki produktivitas sangat tinggi.
Keunggulan:
Cocok untuk peternakan skala besar
Produksi biomassa melimpah
Dapat diolah menjadi silase
4. Rumput Benggala (Panicum maximum)

Rumput benggala dikenal dengan daunnya yang lebar dan lunak.
Keunggulan:
Mudah dicerna
Disukai berbagai jenis ruminansia
Cocok untuk penggembalaan maupun potong-angkut
5. Rumput Setaria

Rumput setaria cocok untuk wilayah dengan curah hujan tinggi.
Keunggulan:
Tahan lahan lembap
Kandungan nutrisi cukup baik
Cocok sebagai pakan pendukung
6. Rumput Brachiaria

Jenis rumput ini terdiri dari beberapa varietas seperti Brachiaria decumbens dan Brachiaria brizantha.
Keunggulan:
Tahan kekeringan
Cocok untuk padang gembala
Baik untuk kesehatan pencernaan
7. Rumput Signal

Rumput signal sering digunakan untuk sistem penggembalaan.
Keunggulan:
Tahan injakan ternak
Mudah perawatan
Produksi stabil
8. Rumput Lokal dan Rumput Lapangan

Rumput lokal masih banyak dimanfaatkan peternak tradisional.
Kelebihan:
Mudah diperoleh
Biaya rendah
Namun, kualitas nutrisinya relatif sedang sehingga perlu dikombinasikan dengan hijauan lain.
Tips Pemberian Rumput untuk Ruminansia
Agar pemanfaatan rumput lebih optimal, perhatikan hal berikut:
Potong rumput pada umur muda
Hindari pemberian rumput terlalu tua dan keras
Layukan rumput 2–3 jam sebelum diberikan
Variasikan jenis rumput untuk meningkatkan konsumsi
Pentingnya Kombinasi Pakan
Rumput sebaiknya tidak diberikan secara tunggal. Untuk hasil optimal:
Rumput: 60-70 persen
Leguminosa (Indigofera, lamtoro, gamal): 30-40 persen
Tambahkan konsentrat sesuai kebutuhan produksi
Kombinasi ini membantu meningkatkan pertumbuhan, produksi susu, dan efisiensi pakan
Kesimpulan
Rumput merupakan komponen utama dalam pakan ruminansia, namun kualitas dan cara pemberiannya sangat menentukan hasil ternak. Dengan memilih jenis rumput yang tepat, waktu panen yang sesuai, serta kombinasi pakan yang seimbang, peternak dapat meningkatkan produktivitas ternak secara berkelanjutan.