Menjelang Hari Raya Iduladha, permintaan sapi qurban berkualitas terus meningkat. Banyak peternak berlomba mempersiapkan ternak terbaik agar memiliki bobot optimal, kondisi sehat, dan penampilan menarik di mata calon pembeli. Namun, dalam praktiknya, 20 hari terakhir sebelum Iduladha menjadi masa yang sangat krusial untuk menjaga performa sapi tetap stabil hingga hari penjualan.
Pada fase ini, peternak tidak lagi berfokus pada penggemukan ekstrem, melainkan mempertahankan kondisi tubuh, meningkatkan tampilan fisik, serta meminimalkan risiko stres dan penurunan bobot badan. Dengan manajemen yang tepat, sapi qurban dapat tampil lebih premium dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
1. Fokus Menjaga Stabilitas Bobot Badan
Dalam 20 hari terakhir, perubahan pakan secara drastis sebaiknya dihindari. Pergantian jenis pakan mendadak dapat mengganggu sistem pencernaan sapi dan menyebabkan penurunan nafsu makan.
Peternak dianjurkan mempertahankan pola pemberian pakan yang sudah terbukti cocok selama masa pemeliharaan. Kombinasi hijauan segar dengan konsentrat berkualitas tetap diperlukan untuk menjaga energi dan kondisi tubuh ternak.
Menurut National Research Council (2016), kestabilan konsumsi nutrisi sangat berpengaruh terhadap performa akhir sapi potong menjelang pemasaran.
Penggunaan konsentrat bernutrisi seimbang seperti Konsentrat SMG Mixfeed dapat membantu menjaga kondisi tubuh sapi tetap ideal, terutama pada fase akhir pemeliharaan menjelang Iduladha.
2. Menjaga Nafsu Makan Tetap Optimal
Sapi yang mendekati masa penjualan rentan mengalami stres akibat perubahan lingkungan, cuaca panas, maupun meningkatnya aktivitas di sekitar kandang. Kondisi tersebut dapat menurunkan konsumsi pakan dan memengaruhi penampilan ternak.
Karena itu, peternak perlu memastikan jadwal pemberian pakan tetap teratur, kandang bersih, dan air minum selalu tersedia. Pakan juga sebaiknya diberikan dalam kondisi segar agar sapi tetap lahap makan.
Tillman dkk. (1998) menjelaskan bahwa konsumsi pakan yang stabil berkaitan langsung dengan efisiensi pertumbuhan dan kondisi fisik ternak.
3. Perawatan Fisik Menambah Nilai Jual
Selain bobot badan, tampilan fisik menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan pembeli sapi qurban. Sapi dengan bulu bersih, tubuh terawat, dan gerakan aktif biasanya lebih menarik perhatian konsumen.
Perawatan sederhana seperti memandikan sapi secara rutin, membersihkan area kandang, dan menjaga kebersihan tubuh ternak dapat meningkatkan kesan sehat dan premium.
Menurut Santosa (2017), kebersihan kandang dan ternak berpengaruh terhadap kenyamanan sapi serta persepsi kualitas dari calon pembeli.
4. Mengurangi Risiko Stres Menjelang Penjualan
Menjelang Iduladha, aktivitas lalu lintas ternak biasanya meningkat. Sapi yang terlalu sering dipindahkan atau diperlakukan kasar dapat mengalami stres, bahkan kehilangan bobot badan dalam waktu singkat.
Untuk mengurangi risiko tersebut, sapi sebaiknya tetap berada di lingkungan yang nyaman dan familiar. Penanganan ternak juga perlu dilakukan dengan tenang agar sapi tidak mudah panik.
Grandin (2015) menyebutkan bahwa stres pada sapi dapat memengaruhi performa fisik, nafsu makan, dan kualitas tubuh ternak secara keseluruhan.
5. Strategi Menampilkan Sapi Lebih Premium
Pada masa akhir menjelang Iduladha, peternak dapat mulai mempersiapkan tampilan pemasaran ternak. Penempatan sapi di kandang yang bersih, pencahayaan yang baik, serta penataan area penjualan yang rapi dapat meningkatkan daya tarik bagi calon pembeli.
Selain itu, sapi yang terlihat aktif dan sehat biasanya lebih cepat terjual dibandingkan ternak dengan kondisi kusam atau kurang terawat.
Konsistensi pemberian pakan berkualitas seperti hijauan segar dan Konsentrat SMG Mixfeed juga membantu menjaga performa sapi tetap prima hingga hari penjualan.
Penutup
Membentuk sapi qurban premium dalam 20 hari menjelang Iduladha bukan tentang mengejar kenaikan bobot badan secara instan, melainkan menjaga kondisi ternak tetap sehat, stabil, dan menarik di mata konsumen.
Dengan manajemen pakan yang konsisten, pengurangan stres, serta perawatan fisik yang baik, peternak dapat meningkatkan nilai jual sapi qurban secara lebih rasional dan efisien. Dukungan nutrisi yang tepat melalui pakan berkualitas juga menjadi faktor penting untuk mempertahankan performa ternak hingga hari qurban tiba.
Referensi
-
Grandin, T. 2015. Improving Animal Welfare: A Practical Approach. CABI Publishing.
-
National Research Council (NRC). 2016. Nutrient Requirements of Beef Cattle. National Academies Press.
-
Santosa, U. 2017. Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Penebar Swadaya.
-
Tillman, A.D., Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, S. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press.