Total Mixed Ration (TMR) merupakan pakan yang dibuat dengan mencampurkan hijauan, konsentrat, serta bahan pakan lainnya menjadi satu kesatuan yang homogen. Tujuan utamanya adalah agar setiap suapan yang dikonsumsi ternak memiliki komposisi nutrisi yang relatif sama, sehingga kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi secara lebih konsisten. Namun, kualitas TMR tidak hanya ditentukan saat proses pembuatannya. Cara penyimpanan dan penanganan setelah TMR selesai dibuat juga memegang peranan penting. TMR yang disimpan dengan kurang tepat dapat mengalami penurunan kualitas, sehingga memengaruhi konsumsi pakan hingga performa ternak.
Mengapa Kualitas TMR Perlu Dijaga?
TMR yang berkualitas memiliki aroma segar, tekstur yang sesuai, serta kandungan nutrisi yang tetap terjaga. Sebaliknya, penyimpanan yang kurang baik dapat menyebabkan perubahan fisik maupun kimia, seperti meningkatnya suhu pakan, pertumbuhan jamur, atau berkurangnya kandungan nutrisi tertentu. Penurunan kualitas ini dapat menyebabkan ternak menjadi kurang lahap, meningkatkan risiko gangguan pencernaan, hingga menurunkan efisiensi pemanfaatan pakan.
Cara Menjaga Kualitas TMR yang Benar
1. Simpan di Tempat yang Bersih dan Terlindung
TMR sebaiknya disimpan pada area yang bersih, kering, dan terlindung dari hujan maupun sinar matahari langsung. Paparan panas dan kelembapan berlebih dapat mempercepat proses fermentasi yang tidak diinginkan serta memicu pertumbuhan jamur. Kebersihan tempat penyimpanan juga penting untuk mengurangi risiko kontaminasi oleh debu, kotoran, maupun hama.
2. Hindari Penyimpanan Terlalu Lama
Semakin lama TMR disimpan, semakin besar peluang terjadinya perubahan kualitas. Oleh karena itu, TMR sebaiknya diberikan sesegera mungkin setelah proses pencampuran, terutama jika mengandung bahan dengan kadar air yang tinggi. Prinsip first in, first out (FIFO) dapat diterapkan agar TMR yang dibuat lebih dahulu digunakan terlebih dahulu sehingga tidak terlalu lama berada di tempat penyimpanan.
3. Jaga Kebersihan Peralatan
Mixer, sekop, gerobak, maupun tempat pakan perlu dibersihkan secara rutin. Sisa pakan yang menempel dapat menjadi media pertumbuhan mikroorganisme yang kemudian mencemari TMR yang baru dibuat. Peralatan yang bersih membantu menjaga mutu pakan sekaligus mendukung kesehatan ternak.
4. Perhatikan Kadar Air TMR
Kadar air yang terlalu tinggi dapat mempercepat pemanasan (heating) dan kerusakan pakan akibat aktivitas mikroorganisme. Sebaliknya, TMR yang terlalu kering berpotensi meningkatkan risiko ternak memilih bahan pakan tertentu apabila pencampurannya kurang homogen. Karena itu, keseimbangan kadar air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas TMR.
5. Amati Kondisi TMR Sebelum Diberikan
Sebelum diberikan kepada ternak, lakukan pemeriksaan sederhana terhadap kondisi TMR. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Aroma berubah menjadi asam menyengat atau busuk.
- Muncul jamur pada permukaan pakan.
- Warna berubah secara mencolok.
- Suhu pakan terasa lebih panas dari kondisi normal.
- Tekstur menggumpal atau berlendir.
Apabila ditemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya TMR tidak diberikan kepada ternak karena kualitasnya telah menurun.
Kualitas TMR Berawal dari Bahan Baku yang Baik
Selain penyimpanan yang tepat, kualitas TMR juga sangat dipengaruhi oleh mutu bahan baku yang digunakan. Bahan pakan yang berkualitas akan membantu menghasilkan campuran yang lebih homogen, memiliki nilai nutrisi yang sesuai, serta lebih mudah dikelola selama proses penyimpanan. Bagi peternak yang menginginkan TMR praktis dengan formulasi yang telah disusun sesuai kebutuhan nutrisi ternak, penggunaan SMG Mixfeed dapat menjadi salah satu pilihan. Produk TMR dari SMG Mixfeed disusun menggunakan bahan baku yang dipilih dengan memperhatikan kualitas dan proses produksi yang konsisten, sehingga dapat membantu peternak dalam menyediakan pakan yang lebih praktis dan seragam. Meskipun demikian, kualitas produk tetap perlu didukung dengan penyimpanan dan penanganan yang benar agar mutu pakan tetap terjaga hingga saat dikonsumsi ternak.
Referensi
- Kung Jr., L. (2010). A Review on Silage and Total Mixed Ration Management Practices Affecting Aerobic Stability of Dairy Diets. Proceedings of the California Alfalfa & Forage Symposium.
- National Research Council (NRC). (2001). Nutrient Requirements of Dairy Cattle: Seventh Revised Edition. National Academies Press.
- Van Saun, R. J. (2006). Practical Feeding Management for Total Mixed Rations. Penn State Extension.
- Mertens, D. R. (1997). Creating a System for Meeting the Fiber Requirements of Dairy Cows. Journal of Dairy Science, 80(7), 1463–1481.