Masa pertumbuhan pedet dan cempe merupakan fase yang sangat menentukan performa ternak di masa mendatang. Pada fase ini, anak ternak mulai beralih dari ketergantungan terhadap susu menuju pakan padat. Proses adaptasi tersebut tidak selalu berjalan mulus. Sebagian pedet maupun cempe terlihat kurang tertarik pada pakan, hanya mencium-cium pakan tanpa memakannya, atau mengonsumsi pakan dalam jumlah yang sangat sedikit. Kondisi ini sering membuat peternak khawatir. Padahal, selama masih berada pada masa adaptasi, perilaku tersebut tergolong normal. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana peternak membantu anak ternak agar lebih cepat mengenal dan terbiasa mengonsumsi pakan padat.
Kenali Waktu yang Tepat Mengenalkan Pakan
Pedet umumnya mulai belajar mengonsumsi pakan padat sejak umur 1–2 minggu, sedangkan cempe mulai menunjukkan ketertarikan pada pakan sejak usia dini dengan meniru perilaku induknya atau ternak lain di sekitarnya. Pada tahap ini, tujuan utama pemberian pakan bukan untuk menggantikan susu sepenuhnya, melainkan merangsang perkembangan rumen agar siap mencerna pakan ketika memasuki masa sapih.Karena itu, jangan menunggu anak ternak benar-benar disapih untuk mulai mengenalkan pakan. Semakin dini proses adaptasi dilakukan dengan cara yang tepat, semakin baik perkembangan sistem pencernaannya.
Sajikan Pakan yang Mudah Dimakan dan Disukai
Keberhasilan pedet dan cempe belajar makan sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan yang diberikan. Anak ternak umumnya lebih mudah tertarik pada pakan yang bersih, tidak berjamur, beraroma segar, serta memiliki tekstur yang mudah dikunyah.Pemberian pakan sebaiknya dilakukan dalam jumlah sedikit tetapi rutin setiap hari. Cara ini membuat pakan selalu segar dan lebih menarik bagi ternak dibandingkan pakan yang dibiarkan terlalu lama di tempat pakan hingga menurun kualitasnya.Selain itu, tempat pakan juga perlu dijaga kebersihannya. Sisa pakan yang menumpuk atau mulai rusak dapat mengurangi minat makan bahkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Air Minum Juga Berperan Penting
Masih banyak peternak yang beranggapan bahwa pedet atau cempe yang masih minum susu belum memerlukan air minum. Padahal, ketersediaan air bersih merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan rumen. Air membantu aktivitas mikroorganisme di dalam rumen sehingga proses adaptasi terhadap pakan padat dapat berlangsung lebih baik. Oleh karena itu, pastikan air minum bersih selalu tersedia dan mudah dijangkau oleh anak ternak.
Hindari Stres Selama Masa Adaptasi
Lingkungan kandang yang nyaman turut memengaruhi nafsu makan pedet dan cempe. Kandang yang bersih, kering, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan tidak terlalu padat akan membuat anak ternak lebih aktif dan lebih cepat beradaptasi dengan pakan. Sebaliknya, kondisi kandang yang lembap, kotor, atau penyapihan yang dilakukan secara mendadak dapat menyebabkan stres. Akibatnya, konsumsi pakan menurun dan pertumbuhan anak ternak menjadi kurang optimal.
Tanda Pedet dan Cempe Mulai Berhasil Belajar Makan
Pedet dan cempe yang mulai berhasil beradaptasi dengan pakan padat umumnya akan menunjukkan perubahan perilaku secara bertahap. Anak ternak menjadi lebih sering mendekati tempat pakan, mulai mengunyah pakan secara rutin, serta konsumsi pakan padat meningkat sedikit demi sedikit setiap harinya. Selama kondisi tubuh tetap sehat dan pertumbuhannya berjalan baik, peternak tidak perlu terburu-buru memaksa anak ternak menghabiskan pakan. Yang terpenting adalah proses adaptasi berlangsung secara konsisten, karena hal ini menjadi salah satu tanda bahwa perkembangan rumen berjalan dengan baik dan anak ternak semakin siap memasuki masa sapih.
Dukung Masa Pertumbuhan dengan Pakan yang Tepat
Selain manajemen pemeliharaan yang baik, pemilihan pakan juga menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar makan. Pakan dengan nutrisi seimbang dan tingkat palatabilitas yang baik dapat membantu pedet maupun cempe lebih mudah beradaptasi dengan pakan padat. Sebagai salah satu pilihan, SMG Mixfeed S22 Pellet dapat digunakan sebagai pakan pendamping pada masa pertumbuhan pedet dan cempe. Bentuk pellet yang seragam memudahkan anak ternak mengonsumsinya, sementara kandungan nutrisinya diformulasikan untuk mendukung kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan rumen. Penggunaannya sebaiknya tetap disesuaikan dengan umur, kondisi ternak, serta dipadukan dengan manajemen pemeliharaan yang baik agar hasil yang diperoleh lebih optimal.
Referensi
- National Research Council (NRC). 2001. Nutrient Requirements of Dairy Cattle. 7th Revised
- National Research Council (NRC). 2007. Nutrient Requirements of Small Ruminants. National Academies Press, Washington, DC.
- Khan, M. A., Weary, D. M., & von Keyserlingk, M. A. G. 2011. "Effects of milk ration and physical form of starter feed on rumen development, growth, and weaning performance of dairy calves." Journal of Dairy Science, 94(2): 1071–1081.
- Van Soest, P. J. 1994. Nutritional Ecology of the Ruminant. 2nd Edition. Cornell University Press.
- Heinrichs, A. J. 2005. "Raising Dairy Replacements to Meet the Needs of the 21st Century." Journal of Dairy Science, 88(E. Suppl.): E221–E238