Salah Menaksir Bobot Sapi, Bisa Salah Memberikan Pakan?
Dalam pemeliharaan sapi, pemberian pakan sebaiknya tidak hanya berdasarkan perkiraan. Salah satu informasi penting yang perlu diketahui peternak adalah bobot badan sapi. Bobot badan dapat menjadi salah satu dasar untuk memperkirakan kebutuhan pakan dan nutrisi. Namun, kebutuhan setiap sapi tidak hanya ditentukan oleh bobot badan. Umur, fase pertumbuhan atau produksi, target pertambahan bobot, kondisi tubuh, kualitas pakan, dan lingkungan juga perlu diperhatikan.
Mengapa Bobot Badan Perlu Diketahui?
Sapi dengan bobot badan yang berbeda dapat memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda pula. Sebagai contoh, kebutuhan nutrisi sapi yang sedang tumbuh tidak sama dengan sapi dewasa, begitu pula sapi yang sedang dipelihara untuk penggemukan dengan sapi yang memiliki tujuan pemeliharaan berbeda. Karena itu, mengetahui bobot badan membantu peternak membuat keputusan pemberian pakan dengan dasar yang lebih jelas, kemudian mengevaluasinya berdasarkan kondisi dan perkembangan sapi.
Apa Risikonya Jika Bobot Hanya Ditaksir?
Jika bobot badan diperkirakan terlalu rendah, jumlah pakan yang ditentukan berdasarkan perkiraan tersebut berisiko tidak mencukupi kebutuhan ternak. Sebaliknya, jika bobot diperkirakan terlalu tinggi, jumlah pakan yang diberikan berdasarkan perkiraan tersebut dapat lebih besar dari yang diperlukan. Namun, bukan berarti setiap perbedaan bobot otomatis membuat jumlah konsentrat harus dinaikkan atau diturunkan. Jumlah dan jenis pakan tetap perlu disesuaikan dengan keseluruhan kebutuhan nutrisi dan tujuan pemeliharaan.
Jangan Hanya Mengandalkan Penglihatan
“Kelihatannya sekitar 400 kg”. Perkiraan seperti ini memang sering digunakan ketika peternak tidak memiliki timbangan. Namun, menaksir bobot hanya berdasarkan tampilan tubuh dapat menghasilkan kesalahan yang cukup besar. Sebuah penelitian pada sapi perah menunjukkan bahwa estimasi bobot secara visual memiliki variasi yang cukup tinggi. Dalam penelitian tersebut, 55% perkiraan bobot berbeda lebih dari 10% dari bobot acuan. Artinya, semakin tepat informasi bobot yang digunakan, semakin baik dasar pengambilan keputusan dalam manajemen ternak.
Tidak Punya Timbangan? Bisa Menggunakan Estimasi
Jika timbangan ternak belum tersedia, salah satu alternatif adalah menggunakan pita ukur atau pengukuran lingkar dada (heart girth) untuk memperkirakan bobot badan. Pengukuran dilakukan dengan mengukur lingkar dada sapi menggunakan pita ukur pada posisi yang tepat dan kondisi sapi yang konsisten. Metode ini dapat memberikan perkiraan yang lebih terukur dibandingkan hanya mengandalkan penglihatan. Namun, hasilnya tetap merupakan estimasi, bukan bobot sebenarnya. Karena itu, jika tersedia timbangan ternak, penimbangan langsung tetap menjadi pilihan yang lebih akurat dan konsisten.
Bobot Badan Bukan Satu-Satunya Acuan
Setelah mengetahui bobot sapi, jangan langsung menentukan jumlah pakan hanya berdasarkan angka tersebut. Peternak juga perlu melihat:
- Tujuan pemeliharaan, seperti pertumbuhan atau penggemukan.
- Kondisi tubuh sapi, apakah terlalu kurus, sedang, atau terlalu gemuk.
- Target pertambahan bobot badan.
- Kualitas dan jumlah hijauan yang diberikan.
- Jenis serta kandungan nutrisi konsentrat.
- Konsumsi dan sisa pakan.
- Kondisi lingkungan dan kesehatan ternak.
Kebutuhan nutrisi sapi memang dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor tersebut. Karena itu, pemberian pakan sebaiknya dievaluasi secara berkala berdasarkan respons dan perkembangan ternak.
Jadi, Bagaimana Cara Memberikan Pakan yang Tepat?
Langkah sederhananya adalah: Ketahui bobot badan → tentukan tujuan pemeliharaan → sesuaikan kebutuhan nutrisi → atur pemberian pakan → pantau respons sapi. Dengan cara tersebut, pemberian pakan tidak hanya berdasarkan “kira-kira”, tetapi memiliki dasar yang lebih terukur. Jika bobot badan belum dapat ditimbang secara langsung, lakukan estimasi menggunakan metode yang konsisten. Kemudian, pantau perubahan bobot, kondisi tubuh, konsumsi pakan, dan pertumbuhan sapi dari waktu ke waktu.
Pakan yang Tepat Dimulai dari Mengenali Kebutuhan Ternak
SMG Mixfeed menyediakan pilihan konsentrat untuk berbagai kebutuhan pemeliharaan sapi, seperti S14, S16, S18, dan S20. Pemilihan produk dan jumlah pemberian tetap perlu disesuaikan dengan kondisi ternak, pakan dasar, bobot badan, serta tujuan pemeliharaan. Kenali bobotnya, pahami kebutuhannya, lalu sesuaikan pakannya. Dengan manajemen pakan yang tepat, peternak dapat lebih mudah memantau perkembangan ternak dan mengevaluasi hasil pemeliharaan.
Referensi
- Mississippi State University Extension Service. Beef Cattle Nutrient Requirements.
- Oregon State University Extension Service. Basic Nutrient Requirements of Beef Cattle.
- Wood, S., Reyher, K. K., & Barrett, D. C. (2015). Comparison of visual assessment and heart girth tape measurement for estimating the weight of cattle in clinical practice. The Veterinary Journal, 203(3), 337–338.