Bagi peternak sapi, kambing, maupun domba, pertanyaan mengenai waktu pemberian konsentrat masih sering menjadi perdebatan. Ada yang terbiasa memberikan konsentrat terlebih dahulu, sementara yang lain memilih memberikan hijauan lebih dulu. Lalu, mana yang sebenarnya lebih baik?. Secara umum, pemberian hijauan terlebih dahulu kemudian diikuti konsentrat sering direkomendasikan karena membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan ternak.
Mengapa Urutan Pemberian Pakan Penting?
Ternak ruminansia memiliki rumen yang dihuni oleh jutaan mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut berperan menguraikan serat dari hijauan menjadi sumber energi bagi ternak. Agar proses fermentasi berlangsung optimal, kondisi rumen harus tetap stabil, terutama dari sisi pH. Jika konsentrat diberikan saat rumen masih kosong, karbohidrat yang mudah difermentasi akan menghasilkan asam dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Kondisi ini dapat menyebabkan pH rumen turun sehingga meningkatkan risiko gangguan pencernaan, seperti asidosis subakut. Sebaliknya, ketika hijauan diberikan lebih dahulu, proses mengunyah dan memamah biak akan merangsang produksi air liur. Air liur mengandung zat penyangga alami (buffer) yang membantu menjaga kestabilan pH rumen sehingga fermentasi berlangsung lebih aman dan efisien.
Lebih Baik Sebelum atau Sesudah Hijauan?
Secara umum, berikut praktik yang banyak dianjurkan:
- Berikan hijauan terlebih dahulu dalam jumlah yang cukup.
- Setelah ternak mulai mengonsumsi hijauan, berikan konsentrat sekitar 30–60 menit kemudian.
- Terapkan jadwal pemberian pakan secara konsisten setiap hari agar mikroorganisme rumen dapat beradaptasi dengan baik.
Meski demikian, pada peternakan yang menggunakan sistem Total Mixed Ration (TMR) atau complete feed, hijauan dan konsentrat telah dicampur menjadi satu sehingga ternak mengonsumsi keduanya secara bersamaan. Sistem ini mampu mengurangi ternak memilih-milih pakan dan membantu menjaga keseimbangan nutrisi dalam setiap suapan.
Apakah Konsentrat Boleh Diberikan Terlebih Dahulu?
Pada kondisi tertentu, konsentrat dapat diberikan lebih dahulu, misalnya pada peternakan dengan manajemen pakan yang telah disusun secara khusus oleh tenaga nutrisi atau dokter hewan. Namun, jumlahnya harus diperhatikan dan tetap diimbangi dengan pemberian hijauan yang cukup. Yang perlu dihindari adalah memberikan konsentrat dalam jumlah besar ketika ternak sangat lapar dan rumen dalam keadaan kosong. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan fermentasi rumen serta menurunkan kesehatan ternak dalam jangka panjang.
Selain Urutan, Konsistensi Juga Sangat Penting
Tidak hanya urutan pemberian pakan, jadwal pemberian pakan yang konsisten juga berpengaruh terhadap performa ternak. Perubahan jam pemberian pakan yang terlalu sering dapat mengganggu aktivitas mikroorganisme rumen, menurunkan konsumsi pakan, hingga berdampak pada produksi susu maupun pertambahan bobot badan. Oleh karena itu, usahakan memberikan pakan pada waktu yang sama setiap hari disertai ketersediaan air minum bersih secara terus-menerus.
Dukung Nutrisi Ternak dengan Konsentrat Berkualitas
Selain memperhatikan waktu pemberian pakan, kualitas konsentrat juga menjadi faktor penting dalam mendukung performa ternak. Konsentrat yang memiliki formulasi nutrisi seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral yang tidak selalu dapat dipenuhi dari hijauan saja. SMG Mixfeed menyediakan berbagai pilihan konsentrat untuk sapi, kambing, dan domba yang diformulasikan sesuai kebutuhan masing-masing fase pemeliharaan. Dengan manajemen pemberian pakan yang tepat, didukung penggunaan konsentrat berkualitas dan hijauan yang baik, peternak dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan, produktivitas, serta kesehatan ternak secara berkelanjutan.
Referensi
- National Research Council (NRC). 2021. Nutrient Requirements of Dairy Cattle. National Academies Press.
- Owens, F. N., Secrist, D. S., Hill, W. J., & Gill, D. R. 1998. Acidosis in Cattle: A Review. Journal of Animal Science, 76(1), 275–286.
- Van Soest, P. J. 1994. Nutritional Ecology of the Ruminant. 2nd Edition. Cornell University Press.
- Ensminger, M. E., & Howard, M. D. 2006. Feeds and Nutrition. The Ensminger Publishing Company.
- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2020. Pedoman Budidaya Ternak Ruminansia. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.